Jakarta: Tak pernah terbayangkan di benak Sukirah, 63, jika puasa tahun ini lebih pilu dibanding tahun-tahun lain. Ramadan tahun ini harus ia lewati tanpa tempat tinggalnya di Cipinang Muara yang habis dilalap api.
Sambil menahan air matanya agar tak tumpah, Sukirah mengaku baru kali ini kebakaran melanda permukiman padat penduduk itu. Menurut dia, selama 30 tahun ia tinggal di sana, belum sekalipun ada insiden kebakaran.
"Baru kali ini sepanjang saya tinggal ada kebakaran," cerita Sukirah saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa, 22 Mei 2018 di lokasi pengungsian yang tak jauh dari lokasi kebakaran.
Sukirah mengatakan tempat tinggalnya itu sudah ia tempati sejak 1988. Di sana ia membesarkan tiga anaknya yang kini beranjak dewasa.
Tak cuma puasa, Sukirah bilang Idulfitri kali ini bakal sangat berbeda tanpa tempat tinggalnya. Biasanya, selama momen Idulfitri, keluarga besar bakal berkumpul di rumahnya.
"Walaupun (rumah) kecil, Lebaran keluarga pada ngumpul di sana. Anak, cucu, pasti ngumpul. Tahun ini saya enggak tahu mau Lebaran di mana," ucap dia.
Ia mengaku masih memiliki keluarga yang tinggal di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sukirah berencana tinggal sementara di sana.
Kebakaran di permukiman dekat Pasar Gembrong Lama - MI/Arya Manggala.
Namun begitu, tetap tak bisa mengobati rasa bahagia berkumpul bersama di rumahnya saat Lebaran nanti. "Pasti beda banget. Tapi alhamdulillah, keluarga masih selamat semua," lirih dia.
Hal senada juga diucap Tomi, korban kebakaran lainnya. Meski tempat tinggal yang ia tempati masih berupa kontrakan, ia merasa kerasan tinggal di sana.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bajaj itu mengaku tak tahu akan tinggal di mana setelah kebakaran melahap kontrakannya. Ia berencana pulang ke kampungnya di Cirebon sampai Lebaran.
"Rencananya mau pulang kampung dulu saja. Mau cari tempat tinggal lain di sini juga susah, mending balik saja," ucap dia.
Permukiman di dekat Pasar Gembrong Lama, Jakarta Timur, terbakar pada Senin, 21 Mei 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Total ada 15 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi. Dipastikan tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik salah satu rumah warga.
Warga kini mengungsi di tenda darurat yang disediakan Dinas Sosial Jakarta Timur. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah dan relawan.
Jakarta: Tak pernah terbayangkan di benak Sukirah, 63, jika puasa tahun ini lebih pilu dibanding tahun-tahun lain. Ramadan tahun ini harus ia lewati tanpa tempat tinggalnya di Cipinang Muara yang habis dilalap api.
Sambil menahan air matanya agar tak tumpah, Sukirah mengaku baru kali ini kebakaran melanda permukiman padat penduduk itu. Menurut dia, selama 30 tahun ia tinggal di sana, belum sekalipun ada insiden kebakaran.
"Baru kali ini sepanjang saya tinggal ada kebakaran," cerita Sukirah saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa, 22 Mei 2018 di lokasi pengungsian yang tak jauh dari lokasi kebakaran.
Sukirah mengatakan tempat tinggalnya itu sudah ia tempati sejak 1988. Di sana ia membesarkan tiga anaknya yang kini beranjak dewasa.
Tak cuma puasa, Sukirah bilang Idulfitri kali ini bakal sangat berbeda tanpa tempat tinggalnya. Biasanya, selama momen Idulfitri, keluarga besar bakal berkumpul di rumahnya.
"Walaupun (rumah) kecil, Lebaran keluarga pada ngumpul di sana. Anak, cucu, pasti ngumpul. Tahun ini saya enggak tahu mau Lebaran di mana," ucap dia.
Ia mengaku masih memiliki keluarga yang tinggal di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. Sukirah berencana tinggal sementara di sana.
Kebakaran di permukiman dekat Pasar Gembrong Lama - MI/Arya Manggala.
Namun begitu, tetap tak bisa mengobati rasa bahagia berkumpul bersama di rumahnya saat Lebaran nanti. "Pasti beda banget. Tapi alhamdulillah, keluarga masih selamat semua," lirih dia.
Hal senada juga diucap Tomi, korban kebakaran lainnya. Meski tempat tinggal yang ia tempati masih berupa kontrakan, ia merasa kerasan tinggal di sana.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bajaj itu mengaku tak tahu akan tinggal di mana setelah kebakaran melahap kontrakannya. Ia berencana pulang ke kampungnya di Cirebon sampai Lebaran.
"Rencananya mau pulang kampung dulu saja. Mau cari tempat tinggal lain di sini juga susah, mending balik saja," ucap dia.
Permukiman di dekat Pasar Gembrong Lama, Jakarta Timur, terbakar pada Senin, 21 Mei 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Total ada 15 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi. Dipastikan tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Api berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik salah satu rumah warga.
Warga kini mengungsi di tenda darurat yang disediakan Dinas Sosial Jakarta Timur. Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah dan relawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)