medcom.id, Tangerang: Secercah harapan mulai menyinari Warsito P Taruno. Penemu teknologi energi rendah pengusir kanker itu mendapat dukungan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Saat berkunjung ke klinik riset kanker milik Warsito, Edwar Technology, Senin 11 Januari 2016, Menristek Dikti M Nasir mengungkapkan komitmen dukungannya. Peneliti inovatif, kata Nasir, akan terus dikawal.
"Kemenristekdikti memiliki komitmen untuk terus mengawal penelitian-penelitian inovatif di Indonesia, tidak cuma bidang health and medicine saja, tapi pada seluruh bidang lainnya," kata Nasir, di Laboratorium Riset Kanker Edwar Technology, kawasan niaga Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten.
Perlu diketahui, sebagai ahli teknologi energi rendah, Warsito telah memadukan keahliannya dengan teknologi terapi kanker. Langkah ini dilakukan Warsito untuk menyembuhkan kanker payudara stadium IV yang diderita kakaknya.
Berbekal ilmu yang didapat ketika menempuh jurusan Kimia S1, S2 dan S3 Teknik Elektro di Jepang, Warsito memadukan teknologi energi rendah dengan terapi kanker. Di luar dugaan, temuannya itu mampu menyembuhkan penyakit kakaknya. Kanker payudara stadium IV dinyatakan hilang secara klinis.
Temuan Warsito ini lekas menyebar. Bahkan, sebuah perusahaan dari Jepang rutin memesan teknologi temuan Warsito. Ironisnya, tekonologi ini mendapat hambatan di dalam negeri. Regulasi tak memungkinkan temuan Warsito diedarkan secara massal.
Melihat kenyataan itu, Nasir meminta bangsa Indonesia bangga dan mendukung setiap kegiatan riset yang dilakukan dunia Industri di Indonesia.
"Bukannya dicurigai, diamputasi maupun dihambat. Dalam hal penelitian Pak Warsito, nagara hadir dan terus mendukung karya anak bangsa," tegas Nasir.
Kolaborasi antara Kemenristekdikti bersama Kementrian Kesehatan akan memperkuat kemajuan teknologi kedokteran pada masa mendatang.
"Salah satunya terhadap pengembangan ECVT dan teknologi terapi kanker ECCT ini," lanjutnya.
Sebelumnya, pada awal Desember 2015 kemarin, Nasir sempat memantau langsung kegiatan klinik riset kanker yang dipunggawai oleh Warsito Purwo Taruno, selaku inovator. Kala itu, klinik riset kanker tersebut diminta Kementrian Kesehatan RI untuk berhenti beroperasi.
Selanjutnya, Kemenristekdikti memediasi pihak-pihak terkait, guna terus dikembangkannya penilitian inovatif bidang kesehatan oleh Warsito P Taruno untuk manfaat kesehatan di Indonesia, khususnya bagi penderita kanker.
medcom.id, Tangerang: Secercah harapan mulai menyinari Warsito P Taruno. Penemu teknologi energi rendah pengusir kanker itu mendapat dukungan dari Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Saat berkunjung ke klinik riset kanker milik Warsito, Edwar Technology, Senin 11 Januari 2016, Menristek Dikti M Nasir mengungkapkan komitmen dukungannya. Peneliti inovatif, kata Nasir, akan terus dikawal.
"Kemenristekdikti memiliki komitmen untuk terus mengawal penelitian-penelitian inovatif di Indonesia, tidak cuma bidang
health and medicine saja, tapi pada seluruh bidang lainnya," kata Nasir, di Laboratorium Riset Kanker Edwar Technology, kawasan niaga Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten.
Perlu diketahui, sebagai ahli teknologi energi rendah, Warsito telah memadukan keahliannya dengan teknologi terapi kanker. Langkah ini dilakukan Warsito untuk menyembuhkan kanker payudara stadium IV yang diderita kakaknya.
Berbekal ilmu yang didapat ketika menempuh jurusan Kimia S1, S2 dan S3 Teknik Elektro di Jepang, Warsito memadukan teknologi energi rendah dengan terapi kanker. Di luar dugaan, temuannya itu mampu menyembuhkan penyakit kakaknya. Kanker payudara stadium IV dinyatakan hilang secara klinis.
Temuan Warsito ini lekas menyebar. Bahkan, sebuah perusahaan dari Jepang rutin memesan teknologi temuan Warsito. Ironisnya, tekonologi ini mendapat hambatan di dalam negeri. Regulasi tak memungkinkan temuan Warsito diedarkan secara massal.
Melihat kenyataan itu, Nasir meminta bangsa Indonesia bangga dan mendukung setiap kegiatan riset yang dilakukan dunia Industri di Indonesia.
"Bukannya dicurigai, diamputasi maupun dihambat. Dalam hal penelitian Pak Warsito, nagara hadir dan terus mendukung karya anak bangsa," tegas Nasir.
Kolaborasi antara Kemenristekdikti bersama Kementrian Kesehatan akan memperkuat kemajuan teknologi kedokteran pada masa mendatang.
"Salah satunya terhadap pengembangan ECVT dan teknologi terapi kanker ECCT ini," lanjutnya.
Sebelumnya, pada awal Desember 2015 kemarin, Nasir sempat memantau langsung kegiatan klinik riset kanker yang dipunggawai oleh Warsito Purwo Taruno, selaku inovator. Kala itu, klinik riset kanker tersebut diminta Kementrian Kesehatan RI untuk berhenti beroperasi.
Selanjutnya, Kemenristekdikti memediasi pihak-pihak terkait, guna terus dikembangkannya penilitian inovatif bidang kesehatan oleh Warsito P Taruno untuk manfaat kesehatan di Indonesia, khususnya bagi penderita kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)