Prof Merle Calvin Ricklefs, ahli sejarah berkewarganegaraan Australia. Dok Istimewa
Prof Merle Calvin Ricklefs, ahli sejarah berkewarganegaraan Australia. Dok Istimewa

Ahli Sejarah Indonesia Wafat

Medcom • 30 Desember 2019 16:38
Jakarta: Prof Merle Calvin Ricklefs, ahli sejarah berkewarganegaraan Australia, wafat. Ricklefs banyak mengkaji dan meneliti tentang sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan pengaruhnya pada kerajaan-kerajaan lain di Indonesia. 
 
Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, Lestari Moerdijat, mengenang Ricklefs banyak mengungkap pergulatan masyarakat Jawa menghadapi perubahan pada masa 1600 hingga kini akibat masuknya kebudayaan Islam dan barat. 
 
"Karya besarnya menjadi sumbangsih luar biasa bagi dunia sejarah Indonesia, bahkan buku tulisannya rujukan utama penelitian perkembangan Islam di Jawa dan Indonesia," kata Lestari dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 30 Desember 2019.

Lestari menyebut Ricklefs merupakan sejarahwan yang mengakui keberadaan Ratu Kalinyamat di Jepara. Hal itu tertuang dalam bukunya yang berjudul, The History of Modern Indonesia since 1200.
 
Yayasan Dharma Bakti Lestari diketahui tengah memperjuangkan agar Ratu Kalinyamat mendapatkan gelar pahlawan nasional. "M.C. Ricklefs dalam bukunya menyebutkan keberadaan kota makmur Jepara dengan Ratu Kalinyamat sebagai penguasanya waktu itu," ucap dia.
 
Pada halaman 44-45 di buku tersebut, terang dia, jelas tertulis Jepara merupakan kota pelabuhan penting lainnya saat itu. Pada awal 1513 penguasanya, yaitu Yunus. Dia memimpin pasukan perang yang kabarnya terdiri dari 100 kapal dan lima ribu pasukan dari Jepara serta Palembang untuk menyerang Portugis di Malaka, meski akhirnya kalah. 
 
Sekitar 1518 atau 1512, dia menjadi penguasa Demak. Namun pengaruh Jepara menjadi sangat besar pada abad ke-16. Kala itu, Jepara dipimpin Ratu Kalinyamat. Pada 1551, Jepara membantu Johor melakukan penyerangannya yang tidak begitu sukses terhadap Malaka. Pada 1574, Jepara kembali mengepung Malaka selama tiga bulan.
 
"Alasan penolakan terhadap pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat pada waktu lalu adalah keberadaan Ratu Kalinyamat  yang masih dipertanyakan. Karena itu, pernyataaan Prof. Ricklefs di atas sungguh sebuah kunci penting yang menjadi rujukan bagi tim ahli, dan dapat diajukan sebagai argumen kuat pengaruh Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara pada pertengahan abad ke-16 adalah nyata," ujar Wakil Ketua MPR itu.
 
Sebagai kota pelabuhan terpenting sejak awal abad itu, pengaruh Jepara menjadi semakin besar saat dipimpin Ratu Kalinyamat. Ratu Kalinyamat mampu membantu Johor melawan Portugis di Malaka.
 
Lestari menyampaikan tim ahli dari Yayasan Dharma Bakti Lestari menjadikan tulisan Ricklefs untuk memperkuat kajian akademis dan menegaskan kembali pentingnya mengangkat Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.
 
Dalam beberapa diskusi, tim ahli juga sepakat mengundang Rickles dalam seminar nasional Ratu Kalinyamat yang akan digelar pada 2020. Pandangan Ricklefs dinilai sangat penting untuk memperkuat, dan menunjukkan pengakuan keberadaan  Ratu Kalinyamat dalam eksistensi sejarah perempuan Jawa di Indonesia. 
 
Namun, gagasan itu pupus.  Seminar yang direncanakan dengan angan-angan menghadirkan Ricklefs sebagai pembicara utama tidak mungkin lagi.
 
"Selamat Jalan Prof. M.C. Ricklefs, doa kami menyertaimu. Karya-karyamu tidak akan hilang, dan akan terus menjadi rujukan  inspirasi tentang pentingnya sejarah dalam mengambil hikmah dari kehidupan masa lalu demi membangun kehidupan masa kini dan akan datang," pungkas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>