WWF Serukan Setop Perdagangan Satwa Dilindungi

Kautsar Widya Prabowo 06 November 2018 04:20 WIB
satwa langkasatwa dilindungi
WWF Serukan Setop Perdagangan Satwa Dilindungi
Ilustrasi--Kondisi bangkai Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) betina berumur 13 tahun saat dibawa ke kantor Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sumatera, di Medan, Sumatera Utara. (Foto: ANTARA/Irsan Mulyadi)
Jakarta: World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia meminta seluruh pihak berkomitmen dalam menghentingkan perdagangan satwa liar. Hal tersebut tertuang dalam kampanye bertajuk 'Stop Perdagangan Ilegal Satwa Liar Dilindungi'.

CEO WWF Indonesia Rizal Malik mengharapkan masyarakat dapat mengambil langkah dengan melaporkan secara langsung atau melalui aplikasi pelaporan elektronik satwa dilindungi jika ada kejahatan dan perdagangan satwa liar.

"Ini memastikan bahwa penegak hukum dapat memberikan efek jera bagi pelanggar tindak pidana satwa liar dilindungi ," ujarnya,  dilansir Antara, Senin 5 November 2018.


Ia pun membuat petisi untuk merevisi Undang Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya. Aturan itu dinilai belum memuat secara tersurat soal mekanisme penindakan pelanggar konservasi SDA Hayati.

Rizal menilai ketegasan regulasi penting lantaran Indonesia memiliki kekayaan SDA dan keanekaragaman hayati. Termasuk, satwa endemik tertinggi di dunia.

"Indonesia adalah sumber dan pasar dalam rantai perdagangan ilegal satwa liar di Asia," kata dia.

Organisasi yang fokus pada konservasi dan restorasi lingkungan itu juga menjelaskan perburuan dan perdagang satwa akan berdampak pada keberlansungan berbagai spesies dan kesimbangan ekosistem. Rantai makanan yang tidak seimbang bisa berujung pada penurunan kesejahteraan masyarakat.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id