Tanpa Percepatan Sertifikasi Tanah Bisa 160 Tahun
Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat tanah di Bogor - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.
Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan pemerintah berupaya keras mempercepat sertifikasi tanah di seluruh Indonesia. Pasalnya, bila tidak dilakukan, seluruh tanah Indonesia baru bisa tersertifikasi dalam waktu 160 tahun. 

Kepala Negara mengungkapkan pada 2014, masih ada 80 juta dari 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi. Namun, Badan Pertanahan Nasional (BPN) hanya bisa mengeluarkan 500 ribu sertifikat per tahun. 

"Kita harus nunggu 160 tahun (semua tanah bersertifikat), mau nunggu 160 tahun? Yang mau nunggu 160 tahun silakan maju, saya kasih sepeda," kata Jokowi saat pembagian sertifikat tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018.


Jokowi lalu meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Sofyan Djalil buat menggeber sertifikasi tanah. Jokowi ingin di 2017 lima juta sertifikat tanah dikeluarkan. 

"Pada 2018 tujuh juta sertifikat. Tahun depan sembilan juta. Kantor BPN kerja sampai tengah malam," beber dia. 

Dia menyebut masalah ini penting diselesaikan. Pasalnya, setiap Jokowi ke daerah, masyarakat kerap mengeluhkan masalah sengketa tanah. 

(Baca juga: Mau Sertifikat Tanah Gratis? Ini Persyaratannya)

Untuk itu, dia ingin, warga memegang sertifikat sebagai bukti hukum kepemilikan tanah. Pada 2023, Jokowi menargetkan semua tanah sudah tersertifikasi. 

Di sisi lain, Jokowi meminta, warga menjaga baik-baik sertifikat tanah yang diberikan. Bila ingin dijadikan jaminan, warga harus mengkalkulasi dengan serius.

"Kalau lahannya gede, pinjem ke bank dapat Rp30 juta. Rp15 juta buat beli motor, enam bulan itu senengnya, terus enggak bisa cicil, setifikat ditarik bank. Jangan sampai ini terjadi," tandas dia. 

Di Bogor, Presiden membagikan tiga ribu sertifikat tanah. Sebanyak 750 sertifikat dibagikan untuk Kecamatan Cigudeg, 375 sertifikat untuk Kecamatan Jasinga, 1.500 sertifikat untuk Kecamatan Ciseeng, dan 375 sertifikat untuk Kecamatan Gunung Sindur. 

Pembagian dokumen ini menjadi bagian dari sertifikasi 1.270.188 bidang tanah di Jawa Barat di 2018. Acara pembagian sertifikat ini dihadiri Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki,Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bogor Nurhayanti. 

(Baca juga: Target 7 Juta Sertifikat Tanah Optimistis Tercapai di 2018)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id