Ilustrasi penjualan bawang putih. Dok. MI
Ilustrasi penjualan bawang putih. Dok. MI

Harga Bawang Putih Dipastikan Stabil Dalam Dua Minggu

Nasional Bawang Putih
Kautsar Widya Prabowo • 13 Maret 2020 03:31
Jakarta: Polri mengaku masih membutuhkan waktu satu sampai dua minggu untuk mengembalikan harga bawang putih. Harga bawang putih saat ini mengalami kelonjakan, hingga langka dipasaran.
 
Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk menjaga harga bawang stabil. Pemerintah bahkan sudah mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH).
 
"Butuh waktu satu hingga dua minggu untuk realisasi datangnya barang itu (impor bawang putih)," kata Ketua Satuan Tugas Pangan Mabes Polri, Brigjen Daniel Tahi Monang di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Marert 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daniel mengatakan rekomendasi timnya akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan dengan mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI). Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Polri itu tak menampik isu virus korona menjadi penyebab kelonjakan harga bawang putih, termasuk, praktik penimbunan produk tersebut.
 
"Memang belum ditemukan penimbunan di lapangan. Cuma kekhawatiran pasar ada aksi tahan produk itu mungkin terjadi," ujarnya.
 
Baca: Indonesia Tetap Impor Bawang Putih dari Tiongkok
 
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga bawang putih menjadi salah satu penyebab pergerakan tingkat inflasi Februari 2020. Berdasarkan catatan BPS, harga bawang putih mengalami kenaikan dan memberikan andil terhadap inflasi Februari 2020 sebesar 0,09 persen.
 
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distriubusi dan Jasa Yunita Rusanti menegaskan mewabahnya virus korona membuat kenaikan harga bawang putih. Endemik asal Wuhan, Tiongkok itu menyebabkan pasokan dan distribusi bawang putih tersendat
 
"Kalau bawang (putih) itu memang kita banyak impor dari Tiongkok. Jadi lebih karena pasokannya, karena kan kita impor dari Tiongkok," kata Yunita dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
 
Namun, Yunita belum dapat membeberkan lebih jauh jumlah penurunan impor bawang putih dari Tiongkok. Sebab kinerja ekspor dan impor dipublikasikan dalam rilis neraca perdagangan pada pertengahan Maret mendatang.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif