Transaksi Non Tunai Urai Kepadatan di Pintu Tol
Kendraan antre masuk tol. Foto: Antara/Wahyu Putro
Jakarta: Transaksi non tunai di seluruh gerbang tol yang bakal dilewati pemudik diyakini dapat mengurai kepadatan lalu lintas. Strategi itu bakal diuji coba untuk dievaluasi pada tahun ini. 

Kasubdit Pengawalan dan PJR Korlantas Polri Kombes Bambang Sentot Widodo mengatakan durasi transaksi di pintu tol menjadi evaluasi arus mudik tahun lalu. Transaksi tunai disinyalir menghambat laju kendaraan lantaran teknis pelaksanaan yang masih manual. 

"Kebijakan non tunai saat ini mempercepat (laju kendaraan) karena transaksi tinggal tap, hanya 3 sampai 4 detik," ujar Bambang dalam diskusi persiapan pengamanan mudik Lebaran 2018, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. 


Cepatnya transaksi secara otomatis menggunakan kartu elektronik berpengaruh signifikan saat puncak arus mudik. Bambang memperkirakan kendaraan bakal berada di jalan paling banyak pada Sabtu, 9 Juni 2018. 

"Bayangkan kalau transaksi tunai misalnya tarif tol Rp7.775 nah uang kembaliannnya kan lama, kebijakan e-tol akan diuji tahun ini," tutur dia.  

Tak hanya itu, kerja sama Polri dengan Direktorat Jenderal Bina Marga telah dilakukan dengan penambahan petugas di pintu tol. Nantinya, pemudik bakal dijemput untuk bertransaksi elektronik menggunakan alat khusus saat arus lalu lintas padat.

"Teknis pelaksaan di gerbang tol nanti ada mobile rider, dia membaca secara mobile menggunakan alat EDC, kalau di gerbang terlalu lama bisa gesek sendiri, itu sudah terkoneksi dengan komputer induk dan bisa keluar struknya," beber dia. 






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id