Petugas membakar kandang unggas milik warga usai razia unggas di kawasan Petogogan, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2015). Foto: MI/Arya Manggala
Petugas membakar kandang unggas milik warga usai razia unggas di kawasan Petogogan, Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2015). Foto: MI/Arya Manggala

Indonesia Kenalkan Sistem Pengawasan Flu Burung ke ASEAN

Nasional virus flu burung flu burung
14 Agustus 2018 15:26
Yogyakarta: Indonesia mengenalkan sistem pengawasan virus Avian Influenza (flu burung) ke negara-negara di Asia Tenggara yang tergabung ke dalam ASEAN. Kementerian Pertanian telah mengembangkan jejaring inovasi isolat H5N1 (virus penyebab flu burung) yang dikarakterisasi secara antigenik dan genetik.
 
"Jejaring ini dibangun dengan bantuan FAO/OFFLU (Jejaring Ahli Influenza) sebagai upaya meningkatkan sistem monitoring evolusi virus AI (Avian Influenza) di Indonesia," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Agustus 2018.
 
Diarmata memaparkan jejaring inovasi ini pada pertemuan yang diikuti delegasi dari anggota ASEAN, perwakilan Sekretariat ASEAN, dan kantor regional FAO untuk Asia Pasifik, kemarin. Pertemuan berlangsung sejak 13-16 Agustus 2018 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara spesifik, Diarmata memaparkan kegiatan bioinformatic, yakni jejaring surveilans molekuler atau disebut Influenza Virus Monitoring (IVM) di Indonesia. 
 
Pembangunan IVM Indonesia merujuk pada jejaring regional laboratorium diagnostik veteriner dan didukung oleh sistem manajemen data berbasis daring (IVM Online). 
 
“Contoh jejaring IVM Indonesia ini memiliki relevansi dengan negara-negara lain yang ingin membangun jaringan laboratorium untuk surveilans molekuler AI dan patogen lainnya,” kata Diarmita. 
 
Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates di Yogyakarta telah ditunjuk oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan atas rekomendasi FAO Asia Pasifik sebagai laboratorium veteriner rujukan untuk flu burung di Indonesia.
 
Ia menjelaskan perkembangan penyakit flu burung di Asia Tenggara sangat dinamis sejak 2003. Baik kejadian pada unggas maupun manusia. 
 
Menurut dia, negara anggota ASEAN sangat memerlukan informasi dan pengalaman dalam menerapkan strategi pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan flu burung. 
Indonesia Kenalkan Sistem Pengawasan Flu Burung ke ASEAN
Pada pertemuan ini anggota ASEAN saling berbagi informasi situasi terkini dinamika penyakit flu burung di negara masing-masing. Delegasi juga membahas strategi efektif untuk pencegahan dan pemberantasannya. 
 
Selain itu, pertemuan juga mengkaji target capaian peta jalan ASEAN untuk Komunitas ASEAN Bebas Virus Flu Burung (HPAI) pada 2020.
 
Selanjutnya, anggota ASEAN akan bersama-sama memformulasikan mekanisme koordinasi, memastikan hubungan, dan mengembangkan kemitraan melalui platform multisektor dan multilembaga. Hal ini diharapkan bermanfaat bagi setiap negara anggota maupun negara di luar kawasan ASEAN. 
 
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian Mesah Tarigan mengatakan kerja sama antarnegara ASEAN penting untuk mengendalikan dan memberantas flu burung. 
 
"Hasil kesepakatan dan rekomendasi pada pertemuan ini akan dilaporkan secara hirarkis ke ASEAN Working Group on Livestock (ASWGL) kemudian ke SOM-AMAF (pertemuan setingkat menteri),” kata Mesah yang menjadi juru bicara Indonesia di pertemuan itu.
 
Di sela-sela pertemuan, delegasi berkunjung ke BBVet Wates untuk mempelajari lebih jauh soal upaya penanganan flu burung di Indonesia.
 

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif