SBY Maafkan Asia Sentinel
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Antara/Yulius Satria.
Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya buka suara soal permintaan maaf media Asian Sentinel. SBY memaafkan tudingan Asia Sentinel terkait kasus korupsi Bank Century.

"Sebagai orang beriman dan umat hamba Allah, saya berikan maaf," tulis SBY dalam akun Twitter @SBYudhoyono, Kamis, 20 September 2018.

Sebelumnya, Media daring internasional, Asia Sentinel, meminta maaf kepada Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui laman resminya. Permintaan maaf itu berkaitan dengan artikelnya yang berjudul "Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy" Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar.


Di mana dalam artikel itu, penulis memuat investigasi kasus Bank Century. Hasilnya, terungkap pencurian uang negara mencapai USD12 miliar melalui perbankan internasional. Tak hanya itu, di artikel disebutkan juga ada 30 pejabat negara yang ikut dalam skema jahat tersebut, termasuk SBY.

(Baca: Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY dan Partai Demokrat)

Penulis juga mengungkap bahwa pada berkas gugatan Weston Capital Internasional, Bank Century menjadi awal konspirasi kriminal untuk merampok uang wajib pajak di Indonesia. Menurut mereka, terdapat konspirasi atau rekayasa saat pemerintah menetapkan Century sebagai bank yang gagal pada tahun 2008.

Asia Sentinel juga menyebut bahwa Bank Century sebagai 'bank SBY' untuk menggambarkan adanya konspirasi seputar pendirian dan kebangkrutan Bank Century. Sebab, bank itu disebut menjadi medium penyimpanan dana gelap yang dikuasai Partai Demokrat.

Namun, setelah viral dan menjadi polemik, Asia Sentinel justru menghapus artikel itu dalam laman resminya. Bahkan, Asia Sentil memuat permintaan maaf kepada SBY.

(Baca: Laporan Asia Sentinel soal SBY Menghilang)

"Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen," tulis Asia Sentinel dalam website, Rabu, 19 September 2018.

Asia Sentinel juga mengaku telah bertindak tidak adil dalam menyantumkan pendapat pihak lain yang tertulis dalam artikel tersebut.

"Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil," tulis Asia Sentinel.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id