NEWSTICKER
Cermati perbedaan antara Sirup Kurnia asli dan palsu (Foto:Dok.Sirup Kurnia)
Cermati perbedaan antara Sirup Kurnia asli dan palsu (Foto:Dok.Sirup Kurnia)

Waspadai Peredaran Sirup Kurnia Palsu, Ini Cara Membedakannya

Nasional kuliner
Rosa Anggreati • 04 Juli 2016 06:00
medcom.id, Jakarta: Minuman sirup telah menjadi kegemaran masyarakat Indonesia, terutama untuk hidangan berbuka puasa dan suguhan saat Idul Fitri. Sayangnya, ada oknum yang memalsukan produk sirup.
 
Beberapa merek sirup ternama menjadi korban pemalsuan oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya, Sirup Kurnia cap Patung Liberty. Terkuaknya peredaran Sirup Kurnia palsu ini setelah adanya laporan dari masyarakat. Mereka mengaku, mengonsumsi Sirup Kurnia dengan rasa berbeda. Terasa seperti minyak spirtus dan aromanya aneh.
 
Perbedaan lainnya antara Sirup Kurnia asli dan palsu, yaitu warna dan kadar kekentalan sirup. Sirup palsu berwarna merah tapi encer. Diduga air yang digunakan tidak dimasak terlebih dahulu. Warna merah sirup palsu pun dicurigai memakai zat pewarna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut pihak management PT Kurnia Aneka Gemilang selaku produsen sirup Kurnia, sepintas perbedaan sirup Kurnia asli dan palsu tidak terlalu terlihat. Namun bila diteliti ada perbedaan yang sangat mencolok. Perbedaan ini bisa menjadi pegangan Anda saat hendak membeli Sirup Kurnia agar jangan sampai salah beli yang palsu.
 
1. Perbedaan pada segel tutup botol (kop seal).
Sirup Kurnia asli memiliki segel tutup botol (kop seal) berlogo patung berwarna keemasan.
 
2. Perhatikan keterangan produksi.
Pada label produksi tercantum informasi SNI, keterangan BPOM, MUI, dan nomor register.
 
3. Pahami perbedaan eticard (label) pada botol.
Label (eticard) yang melekat di tubuh botol dilengkapi keterangan produksi dari PT Kurnia Aneka Gemilang, bukan produksi perusahaan lain.
 
4. Perhatikan warna serta kadar kekentalan sirup.
Sirup palsu berwarna merah tapi encer, tidak menggunakan gula asli.
 
Peredaran Sirup Kurnia Palsu terjadi selama lima tahun terakhir. Peredarannya marak menjelang hari raya keagamaan, tahun baru, dan imlek.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif