Ilustrasi hoaks--Medcom.id
Ilustrasi hoaks--Medcom.id

Hoaks Dinilai Jadi Alat Memupuk Kebencian

Nasional hoax
Faisal Abdalla • 20 Agustus 2019 15:37
Jakarta: Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Anita Wahid menyebut hoaks tidak efektif saat digunakan untuk menggerus elektabilitas lawan politik dalam pemilu. Hoaks dinilai hanya dijadikan alat memumpuk kebencian.
 
"Hoaks itu hanya memumpuk kebencian. Kebencian yang dipupuk selama empat tahun sebelumnya," kata Anita dalamfocus group discussion'Hoax dalam Pemilu 2019' di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Anita mengatakan penggunaan hoaks dalam kontestasi pemilu kerap terjadi. Puncaknya terjadi pada Pemilu 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 sama-sama saling melempar hoaks. Namun, hoaks itu hanya disebarkan di beberapa kalangan sehingga tidak menurunkan elektabilitas lawan.
 
"Hoaks itu sama sekali tidak ditujukan untuk menurunkan atau meningkatkan elektabilitas," ujar dia.
 
Pakar komunikasi politik Henry Subaktio menyebut penggunaan hoaks dalam pemilu merupakan hal lumrah. Penggunaan hoaks juga banyak terjadi di berbagai negara.
 
"Hoaks ini sudah boleh dikatakan bagian dari permainan politik di banyak negara, tak hanya Indonesia. Terutama negara yang liberal atau demokrasi yang bebas (hoaks), itu terjadi," ujarnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif