Reuni 212 Bebas Kepentingan Politik

GNPF Ulama Ditantang Bersumpah

Whisnu Mardiansyah 01 Desember 2018 15:36 WIB
aksi 212
GNPF Ulama Ditantang Bersumpah
Aksi 212 pada 2 Desember 2016. (MI/Ramdani)
Jakarta: Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak mengklaim, reuni 212 besok bebas dari kepentingan politik. Namun, pernyataannya tak sepenuhnya dipercaya. 

Menanggapi hal itu, koordinator eks 212, Razman Arif Nasution menantang Yusuf untuk bersumpah. Jika reuni 212 murni acara silaturahmi biasa tanpa embel-embel politis. 

Keraguan Razman wajar. Terlebih Yusuf sempat menyatakan dukungan ke pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari hasil ijtima ulama II. 


"Pak (Yusuf) Martak adalah orang yang mengumumkan ijtima ulama 2 (mendukung Prabowo-Sandi). Kalau ke rumah itu keluar masuknya rumah Prabowo terus. Bagaimana kita mau mempercayai gerakan ini. Mau enggak disumpah,” kata Razman dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 1 Desember 2018.

Menanggapi tantangan Razman, ia menegaskan acara besok diisi silaturahmi. Ia juga mengatakan, panita acara telah mengimbau massa yang datang ke reuni agar tidak membawa atribut politik.

"Demi Allah saya bersedia bersumpah tidak ada agenda poltik di dalam ini," kata Yusuf.

Di tempat yang sama, Ketua Forum Silaturahmi Aktivis 212 Kapitra Ampera melayangkan pertanyaan ihwal substansi reuni tersebut. Dia menilai gerakan tersebut sudah terindikasi mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Pabowo-Sandiaga.

"Ini juga sudah mengeluarkan sikap politik pendukung Parabowo-Sandi. PA 212 ini sudah miliki paslon," kata Kapitra. 




(LDS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id