Citra Sebaran Asap Wilayah Indonesia 17 Oktober 2026. Foto: BMKG
Citra Sebaran Asap Wilayah Indonesia 17 Oktober 2026. Foto: BMKG

Indonesia Masih Dikepung Asap, Ini Sebaran Karhutla per 17 Oktober

Annisa ayu artanti • 17 Oktober 2026 10:20
Ringkasnya gini..
  • Citra BMKG pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan sebaran asap di sejumlah pulau di Indonesia.
  • Asap terpantau melintasi batas negara atau transboundary haze, termasuk dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
  • Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi yang menurut pengamatan dalam data yang digunakan didominasi Kalimantan dan Papua.
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih menjadi perhatian karena asap yang dihasilkan dapat menyebar jauh dari lokasi kebakaran. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di sekitar titik api, tetapi juga berpotensi menjangkau wilayah lain mengikuti pergerakan angin.

Berdasarkan citra sebaran asap BMKG yang merujuk pada pemantauan Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, asap terdeteksi di hampir seluruh wilayah Indonesia, meliputi pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sebaran tersebut juga mencakup wilayah lintas negara, di mana adanya transboundary haze, yaitu kabut asap yang melintasi batas negara. Fenomena ini dapat terjadi ketika asap dari kebakaran hutan dan lahan terbawa angin hingga mencapai wilayah negara lain.

Sebaran asap tersebut terpantau dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Asap dari Kalimantan terdeteksi mengarah ke Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura. Sementara itu, sebaran asap dari Papua Nugini terpantau menuju Papua Selatan.

Citra Himawari-9 SM milik BMKG juga digunakan untuk memantau sebaran asap bersama arah dan kecepatan angin. Secara umum, arah angin bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. 

BMKG menjelaskan bahwa produk citra sebaran asap memadukan analisis citra satelit dengan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer 1.000 milibar serta titik panas atau geohotspot.

   

Titik Panas Tersebar di Kalimantan hingga Papua


Selain sebaran asap, pemantauan tersebut juga memperlihatkan keberadaan titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Indonesia. Titik panas didominasi wilayah Kalimantan dan Papua, dengan temuan lainnya di Sumatera, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.

Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi oleh sensor satelit. Temuan ini dapat menjadi petunjuk awal untuk memantau potensi kebakaran, tetapi tidak otomatis berarti setiap titik merupakan kebakaran hutan atau lahan yang telah terkonfirmasi.

BMKG memantau sebaran titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, termasuk NOAA-20, Suomi NPP, Terra, dan Aqua. Data tersebut menjadi salah satu bahan untuk memantau potensi karhutla dan menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Informasi mengenai sebaran asap dan titik panas perlu dibaca bersama kondisi angin serta cuaca di masing-masing wilayah. Citra satelit menunjukkan pola sebaran asap, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan tingkat pencemaran udara yang dihirup masyarakat. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>