Karhutla. Foto: Istimewa
Karhutla. Foto: Istimewa

Karhutla Indonesia Picu Kabut Asap Lintas Negara, Malaysia hingga Filipina Ikut Terdampak

Annisa ayu artanti • 16 Oktober 2026 19:11
Ringkasnya gini..
  • Asap karhutla Indonesia berpotensi menyebar ke negara tetangga mengikuti arah angin dan memengaruhi kualitas udara lintas batas.
  • Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina termasuk negara yang dilaporkan terdampak asap dari kebakaran di Indonesia, sementara pemantauan regional juga mendeteksi kabut asap di bagian selatan Thailand.
Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan hanya menjadi persoalan lingkungan di dalam negeri. Ketika kebakaran menghasilkan asap dalam jumlah besar, partikel polutan dapat terbawa angin melintasi perbatasan dan memengaruhi kualitas udara di negara lain.

Berdasarkan peta pemantauan Meteorological Service Singapore yang dilansir pada Jumat, 16 Oktober 2026, menunjukkan kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat teramati di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Semenanjung Malaysia, bagian barat Sarawak, dan bagian selatan Thailand. 

Fenomena ini dikenal sebagai transboundary haze pollution atau pencemaran kabut asap lintas batas. 
   

Negara Tetangga ASEAN yang Terdampak Karhutla Indonesia


Dilansir dari laman UKAS Sarawak, pemerintah Sarawak melalui Unit Komunikasi Awam Sarawak (UKAS) mengutip pemantauan satelit ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) yang menunjukkan kepulan asap lintas batas dari kelompok titik panas di Kalimantan Barat bergerak ke arah utara menuju bagian barat Sarawak, Malaysia.

Tak hanya itu, dalam pembaruan situasi pada 14 Oktober 2026 yang dilansir dari laman National Environment Agency (NEA), Singapura mencatat konsentrasi PM2.5 selama satu jam mencapai 139–251 mikrogram per meter kubik di sejumlah titik, sedangkan indeks PSI 24 jam berada pada rentang 118–168 atau kategori tidak sehat. 

NEA juga menjelaskan bahwa kondisi kering dan arah angin dapat membawa asap dari wilayah Sumatra dan Kalimantan menuju Singapura.

Brunei Darussalam juga turut melaporkan kondisi berkabut pada akhir Agustus 2026. Otoritas Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Kerja Brunei (SHENA) pada 5 September 2026 merujuk pernyataan bersama otoritas lingkungan, kesehatan, dan meteorologi negara tersebut, menyebut Brunei sedang mengalami kondisi berkabut. 

Selain itu, dilansir dari Philippine Information Agency (PIA), pada 3 September 2026 menyebut asap dari kebakaran musiman di Indonesia mencapai sejumlah wilayah Filipina, termasuk Metro Manila. Dalam keterangan yang diberitakan PIA, pengamatan satelit menunjukkan kepulan asap bergerak menuju Filipina akibat pengaruh angin monsun barat daya atau habagat.

Sementara itu, peta regional Meteorological Service Singapore pada 15 Oktober 2026 juga mencatat kabut asap sedang hingga pekat di bagian selatan Thailand. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kabut asap dapat meluas ke sejumlah wilayah Asia Tenggara, meski tingkat paparan dan sumber polusi di setiap negara tidak selalu sama. 

Asap karhutla dapat berpindah mengikuti arah angin, sehingga dampaknya tidak selalu terbatas pada wilayah tempat api berasal. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan