Jakarta: Upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan. Kali ini, Jhonlin Group melalui tim relawan Solidarity for Humanity turun langsung melakukan revitalisasi di Muara Sungai Kuala Peunaga.
Aksi nyata tersebut dilakukan melalui proyek pengerukan atau dredging guna mengatasi pendangkalan muara yang sempat menghambat aktivitas nelayan setempat.
Revitalisasi ini difokuskan pada Muara Sungai Kuala Peunaga yang mengalami sedimentasi cukup parah akibat material banjir. Endapan tersebut menutup akses muara ke laut dan menyulitkan kapal nelayan keluar masuk.
Program ini digerakkan sebagai bentuk kepedulian Jhonlin Group terhadap pemulihan lingkungan sekaligus kemanusiaan setelah bencana melanda wilayah tersebut.
"Tujuan utama dilakukannya proyek pengerukan ini adalah untuk memulihkan kedalaman muara, sehingga masyarakat pesisir bisa kembali beraktivitas secara normal tanpa bergantung pada pasang surut. Pengerukan akan dilakukan sepanjang lima kilometer, dengan target kedalaman enam meter," kata Perwakilan JHONLIN Group, Vendi Umar, Rabu, 25 Februari 2026.
Proyek bertahap selama 1,5 tahun
Secara teknis, proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dan diproyeksikan berlangsung sekitar satu setengah tahun.
Manager Operasional PT Dua Samudra Perkasa, Aris Setiawan, menyampaikan bahwa pengerjaan dilakukan dengan perencanaan matang agar dampaknya berkelanjutan.
"Proyek pengerukan ini diproyeksikan berjalan secara bertahap selama sekitar satu setengah tahun. Selain mengembalikan fungsi muara sebagai jalur keluar masuk kapal nelayan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan kawasan pesisir dari dampak sedimentasi berulang di masa depan," tutur dia.
Dukungan pemulihan lingkungan dan ekonomi pesisir
Revitalisasi Kuala Peunaga tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pengerukan, tetapi juga pada pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan kembalinya kedalaman muara, nelayan di Aceh Tamiang dapat kembali melaut tanpa harus menunggu kondisi pasang surut air. Hal ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang sempat terdampak bencana.
Langkah Jhonlin Group melalui tim Solidarity for Humanity menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemulihan lingkungan dan masyarakat pascabencana.
Jakarta: Upaya pemulihan
pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan. Kali ini, Jhonlin Group melalui tim relawan Solidarity for Humanity turun langsung melakukan revitalisasi di Muara Sungai Kuala Peunaga.
Aksi nyata tersebut dilakukan melalui proyek pengerukan atau dredging guna mengatasi pendangkalan muara yang sempat menghambat aktivitas nelayan setempat.
Revitalisasi ini difokuskan pada Muara Sungai Kuala Peunaga yang mengalami sedimentasi cukup parah akibat material banjir. Endapan tersebut menutup akses muara ke laut dan menyulitkan kapal nelayan keluar masuk.
Program ini digerakkan sebagai bentuk kepedulian Jhonlin Group terhadap pemulihan lingkungan sekaligus kemanusiaan setelah bencana melanda wilayah tersebut.
"Tujuan utama dilakukannya proyek pengerukan ini adalah untuk memulihkan kedalaman muara, sehingga masyarakat pesisir bisa kembali beraktivitas secara normal tanpa bergantung pada pasang surut. Pengerukan akan dilakukan sepanjang lima kilometer, dengan target kedalaman enam meter," kata Perwakilan JHONLIN Group, Vendi Umar, Rabu, 25 Februari 2026.
Proyek bertahap selama 1,5 tahun
Secara teknis, proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dan diproyeksikan berlangsung sekitar satu setengah tahun.
Manager Operasional PT Dua Samudra Perkasa, Aris Setiawan, menyampaikan bahwa pengerjaan dilakukan dengan perencanaan matang agar dampaknya berkelanjutan.
"Proyek pengerukan ini diproyeksikan berjalan secara bertahap selama sekitar satu setengah tahun. Selain mengembalikan fungsi muara sebagai jalur keluar masuk kapal nelayan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan kawasan pesisir dari dampak sedimentasi berulang di masa depan," tutur dia.
Dukungan pemulihan lingkungan dan ekonomi pesisir
Revitalisasi Kuala Peunaga tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pengerukan, tetapi juga pada pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan kembalinya kedalaman muara, nelayan di Aceh Tamiang dapat kembali melaut tanpa harus menunggu kondisi pasang surut air. Hal ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi lokal yang sempat terdampak bencana.
Langkah Jhonlin Group melalui tim Solidarity for Humanity menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung pemulihan lingkungan dan masyarakat pascabencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)