BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada 10 agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dengan melakukan studi banding ke Sharoushi Jepang (Foto:Dok)
BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada 10 agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dengan melakukan studi banding ke Sharoushi Jepang (Foto:Dok)

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Perisai Studi Banding ke Sharoushi Jepang

Nasional Berita BPJS Ketenagakerjaan
M Studio • 09 Desember 2018 11:45
Tokyo: BPJS Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada 10 agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) yang telah memberikan kontribusi kepesertaan. Para agen terbaik itu diajak melakukan studi banding ke Sharoushi Jepang.
 
Pemberian reward dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan pengembagan wawasan para agen melalui interaksi secara langsung ke tempat sistem keagenan Perisai diadopsi, sekaligus memenuhi undangan JICA dalam rangka memperingati 50 Tahun Sharoushi.
 
Selama di Jepang, 10 agen Perisai terbaik tersebut juga akan mengikuti pelatihan secara langsung tentang Sharoushi yang merupakan sistem keagenan di Jepang dan mengikuti Simposium Sharoushi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto hadir sebagai pembicara pada forum tersebut untuk memperkenalkan sistem keagenan Perisai BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh peserta simposium.
 
Melalui sistem keagenan Perisai, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperluas cakupan kepesertaan dan pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 
Sejak diperkenalkan pada 5 Februari 2018, tercatat hingga saat ini 3.508 orang telah bergabung menjadi agen Perisai dengan jumlah akuisisi sebanyak 435 ribu tenaga kerja dengan nilai total iuran Rp34,1 miliar.
 
"10 agen Perisai terbaik ini telah melewati proses penilaian yang sangat transparan pada 1 April-30 September 2018. Para agen dinilai dari jumlah tenaga kerja dan perusahaan baru yang berhasil diakuisisi, jumlah iuran yang dikumpulkan, jumlah perusahaan dan tenaga kerja yang aktif membayar iuran, jumlah peserta program Jaminan Hari Tua dan jumlah peserta program Jaminan Pensiun," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.
 
Kerja sama dan pembinaan agen Perisai akan terus ditingkatkan pada masa mendatang. Diharapkan, bekal pengetahuan yang diperoleh melalu pelatihan dan kunjungan ke Sharoushi dapat digunakan untuk meningkatkan kompentesi.
 
"Juga bermanfaat membantu para agen dalam melakukan pekerjaan mereka untuk melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pekerja, untuk mengenal dan ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan," ujar Agus.
 
Dalam melaksanakan proses sosialisasi dan akuisisi kepesertaan, para agen Perisai dibekali aplikasi berbasis web yang dapat diakses melalui ponsel pintar, sehingga memudahkan para agen dalam melaksanakan aktivitas akuisisi dan pembinaan sebagai Perisai.
 
"Kemudahan ini kami berikan agar para Perisai dapat bekerja optimal dan kinerja mereka semakin meningkat. Ke depannya kami akan melakukan peningkatan kapasitas SDM Perisai melalui pelatihan-pelatihan, evaluasi sistem rekrutmen Perisai, dan penyempurnaan sistem sertifikasi training Perisai yang semuanya akan dilaksanakan melalui kantor cabang pengelola Perisai di masing-masing daerah," ucap Agus.
 
BPJS Ketenagakerjaan juga akan gencar menyosialisasikan program Perisai kepada masyarakat, karena kesuksesan program ini dipengaruhi oleh kepercayaan publik yang tinggi. "Dengan sosialisasi yang masif, kami percaya perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja dapat segera terwujud," kata Agus.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif