FDR Lion Air PK-LQP Diharapkan dapat Diunduh Besok

Fetry Wuryasti 03 November 2018 21:19 WIB
Lion Air Jatuh
FDR Lion Air PK-LQP Diharapkan dapat Diunduh Besok
Kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 berada dalam kotak penyimpanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berharap data penting dalam Flight Data Recorder (FDR) black box dapat diunduh besok. Sebelumnya, tim recorder KNKT menemukan masalah pada soket kabel untuk mengunduh data penting dalam FDR black box dari pesawat Lion Air PK-LQP yang terjatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

KNKT menemukan residu garam di dalam memory card Crash Surviveable Memory Unit (CSMU). Namun, menurutnya, memory card masih dalam kondisi baik, hanya masih basah sehingga perlu untuk dikeringkan. 

"Kemarin sudah kita oven untuk dikeringkan. Setelah dikeringkan, ternyata karena kondisi terpisah box, maka akan kami masukkan ke black box yang masih bagus sehingga datanya akan kami ambil," ujar Ketua Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 November 2018.


Dia mengakui proses pengambilan data tidak selancar yang mereka harapkan dan membutuhkan waktu lebih lama. Kendati begitu, menurutnya, belum ada kerusakan komponen pada FDR.

"Pada FDR, yang penting memorinya. Box-nya boleh rusak. Kami belum menemukan adanya indikasi kerusakan dari memori. Kami berharap proses selanjutnya akan berjalan dengan baik," tutur Nurcahyo.

Baca: Bagian Lain Black Box Lion PK-LQP Terdeteksi

Melalui kotak hitam, kata dia, pihaknya akan melihat ada komponen apa yang mungkin terlibat,yang diindikasikan rusak hingga menyebabkan kecelakaan. Nantinya hal tersebut akan lebih lanjut.

Residu garam ini, menurut pengalaman mereka, dikhawatirkan menggangu jalur printed circuit board (PCB). Oleh karena itu, mereka mengupayakan proses pembersihannya dengan hati-hati agar tidak mengganggu proses pengunduhan.

"Setelah pembersihan kemudian kami akan memori card, dan kabelnya ke black box yang masih bagus. Satu pinjam dari Lion Air dengan jenis yang sama, satu lagi kita dapat pinjaman dari Singapura," jelasnya.

Ia mengatakan, dalam proses ini, pihak Australia juga menawarkan bantuan. Investigastor dari Australian Transport Safett Bureu (ATSB) akan datang membantu proses pengunduhan data black box baik FDR maupun Cockpit Voice Recorder (CVR).

Baca: KNKT akan Terbitkan Laporan Pendahuluan Lion Air PK-LQP

Menurut Nurcahyo, bantuan dari Australia dibutuhkan agar meyakinkan proses selama download bisa berjalan dengan lancar. Sehingga, hasilnya bisa dapat segera bisa dimanfaatkan.

"Kami butuh bantuan mereka, pertama investigator, selain ada aktivitas download juga ada aktivitas yang lain," beber Nurcahyo.

Selain itu, kata dia, pihak Arab Saudi juga turut membantu dalam proses tersebut. Mereka mengirimkan observer yang hanya untuk mempelajari aircraft investigation.

"Mereka datang hanya untuk belajar. Jadi status mereka observer. Observer tidak boleh menerima data. Dia hanya melihat saja," tukas Nurcahyo. (Media Indonesia)





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id