Kudus: Hangat, adalah pesan yang Medcom.id tangkap saat sampai ke SMK Raden Umar Said (RUS), di Jalan Sukun Raya No 9, Besito, Gebog, Kudus. Hal tersebut karena, sejumlah guru dan murid menyamput rombongan media, di halaman sekolah.
SMK RUS adalah salah satu SMK dengan kompetensi keahlian di Kudus, Jawa Tengah. Proses belajar mengajar di SMK tersebut berbeda dengan SMK kebanyakan di Indonesia.
Selain teori, SMK tersebut juga menyediakan porsi praktik yang cukup besar. Seperti, teknik komputer dan jaringan, teknik gambar bangunan. Kemudian rekayasa perangkat lunak, desain komunikasi visual dan animasi.
Pantauan Medcom.id, di lantai pertama siswa tengah asyik berkutat dengan gambar di layar komputer, sementara di lantai dua siswa didominasi dengan tekhnik menggambar. Di lantai tiga, siswa membuat ide soal cerita, atau penemuan animasi.
Fasilitas yang ada di ruang berlantai tiga yaitu ruang produksi, ruang audio untuk dubbing, colouring, digital drawing, ruang pameran, ruang praktik, ruang gambar manual, ruang kelas inovasi dan lain sebagainya. "Proyek terbesar para siswa yakni film pendek "Marrionate", "game virtual reality", dan proyek komersial dari Toyota," kata pengajar di SMK RUS, Elmira D. Khanna, Selasa, 25 September 2018.
Sementara itu, furniture yang digunakan di sekolah ini pun dibuat semenarik mungkin. Yaitu; dengan menciptakan ruangan dalam bentuk tribun di sebuah stadion, bioskop, dan tempat bermain.
Hal inilah membuat murid-murid kerasan untuk belajar. Dengan konsep masing-masing jurusan yang ada di sekolah tersebut. "Biasanya masuk pukul 07.00 WIB, sampai pukul 15.00 WIB, tapi biasanya lembur," ucap Faiz salah satu siswa SMK RUS.
Dia mengaku senang dengan praktik belajar mengajar yang disediakan di SMK Corporate Social Responsibility (CSR) dari Djarum lewat programnya Djarum Foundation di bidang pendidikan. Sejumlah peralatan penunjang juga disediakan untuk mengasah kemampuan siswa.
SMK Wisudha Karya
SMK ini dua program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. SMK ini berhasil memenuhi persyaratan ketat Standards of Training Certicifation and Watchkeeping (STCW) 2010, dari International Maritime Organization.
SMK ini siap mencetak pelaut atau sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi nasional dan internasional. Sejumlah fasilitas pendukung pun tersedia di SMK ini. Salah satunya, fasilitas Full Mission Bridge Simulator. Fasilitas ini untuk paket keahlian Nautika Kapal Niaga.
Sebuah ruangan berukuran 12x8 meter didesain mirip ruang kemudi kapal. Di dalam ruangan terdapat sejumlah alat kemudi kapal. Siswa dapat secara langsung mempelajari navigasi kapal.
SMK PGRI 1 Kudus
Di sekolah ini khusus untuk mendidik siswa di bidang Ekonomi Kreatif, kompetensi Interior Desain, Tata Busana. Di bidang Pariwisata, kompetensi Perhotelan, Tata Boga serta Tata Kecantikan. Hal tersebut menjawab permintaan tenaga kerja yang berkembang dari industri pariwisata Indonesia.
Kudus: Hangat, adalah pesan yang
Medcom.id tangkap saat sampai ke SMK Raden Umar Said (RUS), di Jalan Sukun Raya No 9, Besito, Gebog, Kudus. Hal tersebut karena, sejumlah guru dan murid menyamput rombongan media, di halaman sekolah.
SMK RUS adalah salah satu SMK dengan kompetensi keahlian di Kudus, Jawa Tengah. Proses belajar mengajar di SMK tersebut berbeda dengan SMK kebanyakan di Indonesia.
Selain teori, SMK tersebut juga menyediakan porsi praktik yang cukup besar. Seperti, teknik komputer dan jaringan, teknik gambar bangunan. Kemudian rekayasa perangkat lunak, desain komunikasi visual dan animasi.
Pantauan
Medcom.id, di lantai pertama siswa tengah asyik berkutat dengan gambar di layar komputer, sementara di lantai dua siswa didominasi dengan tekhnik menggambar. Di lantai tiga, siswa membuat ide soal cerita, atau penemuan animasi.
Fasilitas yang ada di ruang berlantai tiga yaitu ruang produksi, ruang audio untuk dubbing, colouring, digital drawing, ruang pameran, ruang praktik, ruang gambar manual, ruang kelas inovasi dan lain sebagainya. "Proyek terbesar para siswa yakni film pendek "Marrionate", "game virtual reality", dan proyek komersial dari Toyota," kata pengajar di SMK RUS, Elmira D. Khanna, Selasa, 25 September 2018.
Sementara itu, furniture yang digunakan di sekolah ini pun dibuat semenarik mungkin. Yaitu; dengan menciptakan ruangan dalam bentuk tribun di sebuah stadion, bioskop, dan tempat bermain.
Hal inilah membuat murid-murid kerasan untuk belajar. Dengan konsep masing-masing jurusan yang ada di sekolah tersebut. "Biasanya masuk pukul 07.00 WIB, sampai pukul 15.00 WIB, tapi biasanya lembur," ucap Faiz salah satu siswa SMK RUS.
Dia mengaku senang dengan praktik belajar mengajar yang disediakan di SMK Corporate Social Responsibility (CSR) dari Djarum lewat programnya Djarum Foundation di bidang pendidikan. Sejumlah peralatan penunjang juga disediakan untuk mengasah kemampuan siswa.
SMK Wisudha Karya
SMK ini dua program keahlian, yakni Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. SMK ini berhasil memenuhi persyaratan ketat Standards of Training Certicifation and Watchkeeping (STCW) 2010, dari International Maritime Organization.
SMK ini siap mencetak pelaut atau sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi nasional dan internasional. Sejumlah fasilitas pendukung pun tersedia di SMK ini. Salah satunya, fasilitas Full Mission Bridge Simulator. Fasilitas ini untuk paket keahlian Nautika Kapal Niaga.
Sebuah ruangan berukuran 12x8 meter didesain mirip ruang kemudi kapal. Di dalam ruangan terdapat sejumlah alat kemudi kapal. Siswa dapat secara langsung mempelajari navigasi kapal.
SMK PGRI 1 Kudus
Di sekolah ini khusus untuk mendidik siswa di bidang Ekonomi Kreatif, kompetensi Interior Desain, Tata Busana. Di bidang Pariwisata, kompetensi Perhotelan, Tata Boga serta Tata Kecantikan. Hal tersebut menjawab permintaan tenaga kerja yang berkembang dari industri pariwisata Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)