medcom.id, Chisinau: Presiden Republik Moldova, Nicolae Timofti mengakui perkembangan yang terjadi saat ini di Kremia dapat menimbulkan efek domino ke kawasan sekitar, termasuk Moldova. Hal itu disampaikan Presiden Nicolae Timofti saat Dubes LBBP RI, Diar Nurbintoro menyerahkan Surat Kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Moldova, di Istana Kepresidenan Moldova, Chisinau, Jumat (11/4/2014).
Selain Dubes RI, pada hari yang sama Dubes Ciprus, Yunani yang berkedudukan di Moldova serta Pakistan dan Portugal yang berkedudukan di Romania juga menyerahkan surat-surat kepercayaannya.
Presiden Timofti menegaskan upayanya menjadi bagian dari Uni Eropa yang sangat penting bagi perkembangan secara menyeluruh Moldova. Terkait dengan krisis di Ukraina, Presiden menegaskan posisi Moldova yang menghargai integritas dan kedaulatan suatu negara serta menolak intervensi asing atas suatu negara.
Sementara tentang hubungan bilateral Indonesia dan Moldova, Timofti menekankan perlunya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara, mengingat neraca perdagangan kedua negara baru sebesar US$2 juta dalam dua tahun belakangan ini. Dengan telah disepakatinya perjanjian bebas visa antara kedua negara, forum-forum bilateral tentunya bisa menjadi jembatan untuk peningkatan hubungan kedua negara.
Presiden juga mengingatkan mahasiswa Moldova pernah mengikuti program dharmasiswa dari Indonesia, namun sudah beberapa tahun belakangan ini belum ada lagi. Karenanya, ia berharap program itu dibuka lagi.
"Juga promosi budaya dan kesenian dapat lebih ditingkatkan agar masyarakat Moldova lebih memahami dan mengetahui Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan itu dubes menyampaikan salam hangat Presiden RI untuk Presiden Timofti dan rakyat Moldova dan akan menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan Presiden Timofti utamanya terkait peningkatan hubungan kedua negara dibidang politik, investasi dan perdagangan dengan meningkatkan forum-forum komunikasi bilateral.
medcom.id, Chisinau: Presiden Republik Moldova, Nicolae Timofti mengakui perkembangan yang terjadi saat ini di Kremia dapat menimbulkan efek domino ke kawasan sekitar, termasuk Moldova. Hal itu disampaikan Presiden Nicolae Timofti saat Dubes LBBP RI, Diar Nurbintoro menyerahkan Surat Kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Moldova, di Istana Kepresidenan Moldova, Chisinau, Jumat (11/4/2014).
Selain Dubes RI, pada hari yang sama Dubes Ciprus, Yunani yang berkedudukan di Moldova serta Pakistan dan Portugal yang berkedudukan di Romania juga menyerahkan surat-surat kepercayaannya.
Presiden Timofti menegaskan upayanya menjadi bagian dari Uni Eropa yang sangat penting bagi perkembangan secara menyeluruh Moldova. Terkait dengan krisis di Ukraina, Presiden menegaskan posisi Moldova yang menghargai integritas dan kedaulatan suatu negara serta menolak intervensi asing atas suatu negara.
Sementara tentang hubungan bilateral Indonesia dan Moldova, Timofti menekankan perlunya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara, mengingat neraca perdagangan kedua negara baru sebesar US$2 juta dalam dua tahun belakangan ini. Dengan telah disepakatinya perjanjian bebas visa antara kedua negara, forum-forum bilateral tentunya bisa menjadi jembatan untuk peningkatan hubungan kedua negara.
Presiden juga mengingatkan mahasiswa Moldova pernah mengikuti program dharmasiswa dari Indonesia, namun sudah beberapa tahun belakangan ini belum ada lagi. Karenanya, ia berharap program itu dibuka lagi.
"Juga promosi budaya dan kesenian dapat lebih ditingkatkan agar masyarakat Moldova lebih memahami dan mengetahui Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan itu dubes menyampaikan salam hangat Presiden RI untuk Presiden Timofti dan rakyat Moldova dan akan menindaklanjuti hal-hal yang disampaikan Presiden Timofti utamanya terkait peningkatan hubungan kedua negara dibidang politik, investasi dan perdagangan dengan meningkatkan forum-forum komunikasi bilateral.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)