medcom.id, Jakarta: Seiring dengan bertambah sibuknya masyarakat Jakarta, dibutuhkan pula layanan berkualitas yang menghemat waktu untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat metropolitan. Khusus dalam hal kuliner, semakin terlihat perbedaan yang mencolok antara individu-individu di kota besar seperti Jakarta dan kota lain.
Menurut riset Jakarta Dining Index yang dilakukan Qraved.com, situs pencarian dan reservasi restoran terkemuka di Jakarta, terungkap bahwa telah terjadi pergeseran tren di mana semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan makan di restoran. Sepanjang 2013, tercatat kunjungan orang Indonesia ke restoran mencapai 380 juta kali dan menghabiskan total US$1,5 miliar.
Selain itu, peningkatan tersebut juga didukung dengan tumbuhnya restoran kelas menengah dan menengah ke atas hingga 250% dalam lima tahun terakhir. Untuk sajiannya, santapan yang paling populer di Indonesia didominasi kuliner multinasional lalu diikuti makanan China, Italia, Prancis, dan Jepang.
Adapun 50% masyarakat memilih memesan atau makan di restoran menengah, 32% ke rumah makan menengan ke bawah, dan 18%-nya ke restoran high-end. Menurut riset itu pula, SCBD dan Kemang adalah pusat kuliner di Ibu Kota karena di wilayah itulah terdapat rumah makan dalam jumlah paling banyak. Diikuti Kuningan, Thamrin, Kebon Jeruk, Kelapa Gading, dan PIK. (RO)
medcom.id, Jakarta: Seiring dengan bertambah sibuknya masyarakat Jakarta, dibutuhkan pula layanan berkualitas yang menghemat waktu untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat metropolitan. Khusus dalam hal kuliner, semakin terlihat perbedaan yang mencolok antara individu-individu di kota besar seperti Jakarta dan kota lain.
Menurut riset Jakarta Dining Index yang dilakukan Qraved.com, situs pencarian dan reservasi restoran terkemuka di Jakarta, terungkap bahwa telah terjadi pergeseran tren di mana semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan makan di restoran. Sepanjang 2013, tercatat kunjungan orang Indonesia ke restoran mencapai 380 juta kali dan menghabiskan total US$1,5 miliar.
Selain itu, peningkatan tersebut juga didukung dengan tumbuhnya restoran kelas menengah dan menengah ke atas hingga 250% dalam lima tahun terakhir. Untuk sajiannya, santapan yang paling populer di Indonesia didominasi kuliner multinasional lalu diikuti makanan China, Italia, Prancis, dan Jepang.
Adapun 50% masyarakat memilih memesan atau makan di restoran menengah, 32% ke rumah makan menengan ke bawah, dan 18%-nya ke restoran high-end. Menurut riset itu pula, SCBD dan Kemang adalah pusat kuliner di Ibu Kota karena di wilayah itulah terdapat rumah makan dalam jumlah paling banyak. Diikuti Kuningan, Thamrin, Kebon Jeruk, Kelapa Gading, dan PIK. (RO)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)