Presiden Joko Widodo. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. Biro Pers Sekretariat Presiden

4 Pernyataan Jokowi soal Judi Online dari Pesan ke Masyarakat sampai Pembentukan Satgas

Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Juni 2024 10:59
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait judi online yang belakangan semakin marak dan meresahkan. Salah satunya yang menjadi sorotan publik adalah kasus Polwan membakar suaminya yang juga polisi gegara bermain judi online.
 
Berikut ini empat pernyataan Jokowi soal judi online yang semakin meresahkan.

Pesan Jokowi ke Masyarakat: Jangan Judi 

Jokowi menyoroti masalah yang terjadi yang diakibatkan oleh judi online seperti harta benda warga habis terjual, suami istri bercerai, hingga kekerasan yang memakan korban jiwa. Karena itu, Jokowi berpesan agar masyarakat untuk tidak bermain judi online.
 
"Secara khusus saya ingin sampaikan jangan judi, jangan judi, jangan berjudi, baik secara offline maupun online," kata Jokowi dikutip dari keterangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 12 Juni 2024.

Ajak Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Jokowi juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat luas saling mengawasi dan mengingatkan. Selain itu juga melapor ke pihak berwajib bila menemukan indikasi transaksi judi online. 

"Saya mengajak seluruh tokoh agama tokoh masyarakat, masyarakat luas untuk saling mengingatkan, saling mengawasi, dan juga melaporkan jika ada indikasi tindakan judi online," kata Jokowi.

Tutup 2,1 Juta Situs Judi Online

Jokowi menegaskan pemerintah berupaya memerangi judi online. Salah satunya, dengan menutup jutaan situs ilegal tersebut.
 
"Sampai saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online sudah ditutup," ujarnya.
 
Baca juga: Pekan Ini, Presiden Jokowi Teken Perpres Satgas Judi Online?

Bentuk Satgas Judi Online

Jokowi menegaskan satgas judi online juga akan segera dibentuk. "Satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk," ujar Jokowi.
 
Kepala Negara mengingatkan aktivitas judi online ini dilakukan lintas negara, lintas batas, dan lintas otoritas. Sehingga, diperlukan keterlibatan penuh dari masyarakat.
 
"Pertahanan yang paling penting adalah pertahanan masyarakat kita sendiri. Pertahanan kita sendiri dan juga pertahanan pribadi-pribadi kita masing-masing," pungkasnya.
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>