medcom.id, Jakarta: M. Iqbal, 18, tewas tercebur ke aliran kali samping kantor Wali Kota Jakarta Barat. Korban nyemplung ke kali karena mabuk berat sepulang dari arena balap liar di Puri Kembangan.
Kapolsek Kembangan Kompol Sukatma mengatakan, kronologi kematian Iqbal didapat dari Jamaludin, 28. Dia bersama korban saat itu hendak pulang usai nongkrong di kawasan CNI Puri Kembangan.
"Saat mereka ingin pulang, sepeda motornya tidak bisa dikendalikan dan tercebur kali," kata Sukatma dilansir situs Humas Polda Metro Jaya, Selasa (3/2/2015).
Menurut dia, dugaan korban mabuk masih diselidiki. Sedangkan dugaan keduanya joki balap liar cukup kuat. Sebab, motor Honda Supra Fit yang ditunggangi saat terperosok ke dasar kali juga tanpa pelat nomor.
"Diduga mereka ini pembalap," lanjutnya.
Sukatma mengatakan, saat terjatuh, Jamal bisa naik, sedangkan korban tercebur. "Setelah jatuh, si Jamal berhasil naik, tapi temannya itu tidak. Kemudian, ditinggalkan begitu saja," tuturnya.
medcom.id, Jakarta: M. Iqbal, 18, tewas tercebur ke aliran kali samping kantor Wali Kota Jakarta Barat. Korban nyemplung ke kali karena mabuk berat sepulang dari arena balap liar di Puri Kembangan.
Kapolsek Kembangan Kompol Sukatma mengatakan, kronologi kematian Iqbal didapat dari Jamaludin, 28. Dia bersama korban saat itu hendak pulang usai nongkrong di kawasan CNI Puri Kembangan.
"Saat mereka ingin pulang, sepeda motornya tidak bisa dikendalikan dan tercebur kali," kata Sukatma dilansir situs Humas Polda Metro Jaya, Selasa (3/2/2015).
Menurut dia, dugaan korban mabuk masih diselidiki. Sedangkan dugaan keduanya joki balap liar cukup kuat. Sebab, motor Honda Supra Fit yang ditunggangi saat terperosok ke dasar kali juga tanpa pelat nomor.
"Diduga mereka ini pembalap," lanjutnya.
Sukatma mengatakan, saat terjatuh, Jamal bisa naik, sedangkan korban tercebur. "Setelah jatuh, si Jamal berhasil naik, tapi temannya itu tidak. Kemudian, ditinggalkan begitu saja," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)