medcom.id, Bogor: Sebanyak tujuh kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Februari sekitar pukul 12.00 WIB. Kecelakaan berawal dari bus PO Mulya Sari Pratama yang diduga mengalami rem blong sehingga menabrak enam kendaraan.
Salah seorang penumpang bus, Maman, 36, mengatakan, dari awal para penumpang sudah punya firasat. Pasalnya bus melaju dalam kondisi tidak stabil meskipun kecepatannya normal.
"Agak goyang-goyang, terus pas ngoper gigi juga berisik. Sopirnya sering kesulitan pas ngoper gigi," kata Maman ditemui di RSUD Ciawi.
Para penumpang sempat menanyakan kondisi bus kepada sopir. Namun, sopir memastikan bahwa bus dalam keadaan baik.
"Enggak apa-apa, kata sopir, sudah biasa," kata Maman yang mengalami luka di bagian dahi.
Penumpang lainnya, Muhammad Hilman, 25, menuturkan bus membawa rombongan dari Kampung Ciherang Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Bus membawa penumpang sekitar 70 orang.
Bus malang ini akan membawa rombongan ziarah ke beberapa tempat yakni Empang di Kota Bogor, Luar Batang dan Mbah Priok di Jakarta dan acara Mauludan di Tajur, Kota Bogor.
"Yang kecelakaan ini bus pengganti. Bus yang pertama mogok, enggak bisa jalan," kata Hilman.
Kecelakaan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak berawal dari bus PO Mulya Sari Pratama yang diduga mengalami rem blong. Bus menabrak tiga minibus di depannya, sebelum terguling dan menabrak dua sepeda motor dan satu truk dari arah berlawanan.
Data sementara, dua orang tewas akibat kejadian ini, keduanya merupakan supir bus dan truk. Akibat kecelakaan ini, kemacetan panjang terjadi. Polisi sempat menutup total arus kendaraan dari dan ke Puncak untuk keperluan evakuasi.
medcom.id, Bogor: Sebanyak tujuh kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Februari sekitar pukul 12.00 WIB. Kecelakaan berawal dari bus PO Mulya Sari Pratama yang diduga mengalami rem blong sehingga menabrak enam kendaraan.
Salah seorang penumpang bus, Maman, 36, mengatakan, dari awal para penumpang sudah punya firasat. Pasalnya bus melaju dalam kondisi tidak stabil meskipun kecepatannya normal.
"Agak goyang-goyang, terus pas
ngoper gigi juga berisik. Sopirnya sering kesulitan pas
ngoper gigi," kata Maman ditemui di RSUD Ciawi.
Para penumpang sempat menanyakan kondisi bus kepada sopir. Namun, sopir memastikan bahwa bus dalam keadaan baik.
"Enggak apa-apa, kata sopir, sudah biasa," kata Maman yang mengalami luka di bagian dahi.
Penumpang lainnya, Muhammad Hilman, 25, menuturkan bus membawa rombongan dari Kampung Ciherang Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Bus membawa penumpang sekitar 70 orang.
Bus malang ini akan membawa rombongan ziarah ke beberapa tempat yakni Empang di Kota Bogor, Luar Batang dan Mbah Priok di Jakarta dan acara Mauludan di Tajur, Kota Bogor.
"Yang kecelakaan ini bus pengganti. Bus yang pertama mogok, enggak bisa jalan," kata Hilman.
Kecelakaan beruntun di Tanjakan Selarong, Puncak berawal dari bus PO Mulya Sari Pratama yang diduga mengalami rem blong. Bus menabrak tiga minibus di depannya, sebelum terguling dan menabrak dua sepeda motor dan satu truk dari arah berlawanan.
Data sementara, dua orang tewas akibat kejadian ini, keduanya merupakan supir bus dan truk. Akibat kecelakaan ini, kemacetan panjang terjadi. Polisi sempat menutup total arus kendaraan dari dan ke Puncak untuk keperluan evakuasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)