medcom.id, Bogor: Wayan Mirna Salihin, 27, tewas usai meminum kopi Vietnam di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Keluarga mulai mendapat titik terang penyebab kematian Mirna, setelah mengizinkan polisi melakukan autopsi jenazah.
Edi Darmawan Salihin, ayah kandung Mirna, mempercayakan kepolisian untuk mengungkap kejanggalan kematian anaknya. Salah satu upaya keluarga untuk membantu upaya penyelidikan polisi yakni dengan mengizinkan autopsi pada jenazah Mirna.
Ditemui usai pemakaman Mirna di Pemakaman Gunung Gadung, Kampung Genteng RT 01/07, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Edi, mengatakan keluarga sempat menolak autopsi pada jenazah Mirna. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari kepolisian, pihaknya mengizinkan dengan harapan aktor dibalik kematian Mirna bisa ditangkap.
"Kata Pak Kombes Khrisna (Direskrimum Polda Metro), kalau tidak dilakukan autopsi tidak ada buki kuat untuk menjerat pelaku yang menghabisi anak saya. Makanya kami izinkan," Kata Edi, Minggu (10/01/2016).
Edi menambahkan, hingga saat ini pihak keluarga belum mendapatkan informasi resmi terkait hasil autopsi dari kepolisian. Kabarnya, hasil autopsi baru akan diterima besok.
"Memang informasinya positif (ada yang menghabisi). Tapi kami belum mendapatkan hasil resmi, besok katanya (Senin)," kata Edi.
Edi mengaku, sejak awal kasus Mirna mencuat tidak ada perwakilan keluarga yang mau mengeluarkan pernyataan.
"Kami percayakan sama polisi. Kami percaya Tuhan Allah ada, sehingga polisi dapat menangkap pelaku yang berbuat jahat, agar arwah putri saya bisa tenang," pungkasnya.
medcom.id, Bogor: Wayan Mirna Salihin, 27, tewas usai meminum kopi Vietnam di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Keluarga mulai mendapat titik terang penyebab kematian Mirna, setelah mengizinkan polisi melakukan autopsi jenazah.
Edi Darmawan Salihin, ayah kandung Mirna, mempercayakan kepolisian untuk mengungkap kejanggalan kematian anaknya. Salah satu upaya keluarga untuk membantu upaya penyelidikan polisi yakni dengan mengizinkan autopsi pada jenazah Mirna.
Ditemui usai pemakaman Mirna di Pemakaman Gunung Gadung, Kampung Genteng RT 01/07, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Edi, mengatakan keluarga sempat menolak autopsi pada jenazah Mirna. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari kepolisian, pihaknya mengizinkan dengan harapan aktor dibalik kematian Mirna bisa ditangkap.
"Kata Pak Kombes Khrisna (Direskrimum Polda Metro), kalau tidak dilakukan autopsi tidak ada buki kuat untuk menjerat pelaku yang menghabisi anak saya. Makanya kami izinkan," Kata Edi, Minggu (10/01/2016).
Edi menambahkan, hingga saat ini pihak keluarga belum mendapatkan informasi resmi terkait hasil autopsi dari kepolisian. Kabarnya, hasil autopsi baru akan diterima besok.
"Memang informasinya positif (ada yang menghabisi). Tapi kami belum mendapatkan hasil resmi, besok katanya (Senin)," kata Edi.
Edi mengaku, sejak awal kasus Mirna mencuat tidak ada perwakilan keluarga yang mau mengeluarkan pernyataan.
"Kami percayakan sama polisi. Kami percaya Tuhan Allah ada, sehingga polisi dapat menangkap pelaku yang berbuat jahat, agar arwah putri saya bisa tenang," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)