medcom.id, Jakarta: Asep Ginanjar, 45, ditemukan tewas bersimbah darah di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kebayoran Lama, Jalan Gandaria Blok D1 No. 1, Jakarta Selatan. Asep tewas setelah dianiaya orang tak dikenal.
Di tubuhnya ditemukan 11 luka tusuk. "Korban mengalami tusukan tiga di perut, lima di punggung, dua di dahi satu di kepala bagian belakang," tutur Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin, saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi kejadian, Senin (31/8/2015)
Dari pantauan Metrotvnews.com, ruang serbaguna yang berada di lantai dasar gedung gereja nampak darah korban yang masih berlumuran di lantai. Sebagian bercak darah juga terlihat di piano. Kini lokasi masih dijaga pihak kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama setelah sejak pagi hingga siang ini melakukan olah tempat kejadian perkara.
TKP Pembunuhan Asep Ginanjar. Foto: Ilham Wibowo/MTVN
Seperti diketahui, Asep ditemukan tewas bersimbah darah dengan mulut tertutup lakban dini hari tadi. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu diduga dibunuh perampok.
Jasadnya ditemukan dalam kondisi terlentang. Di tubuhnya ditemukan beberapa luka tusuk. Berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan kuli bangunan yang sedang merenovasi gereja tersebut. “Ada satu orang penjaga dan korban yang perbaiki gereja. Kami masih selidiki dan periksa saksi-saksi,” ujar Wahyu, saksi kejadian.
Usai identifikasi, polisi mengirim jenazah korban ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diautopsi. Kasus tersebut ditangani aparat Polsek Kebayoran Lama.
(Klik: Kronologi Pembunuhan Sadis di Gereja Advant Gandaria)
medcom.id, Jakarta: Asep Ginanjar, 45, ditemukan tewas bersimbah darah di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Kebayoran Lama, Jalan Gandaria Blok D1 No. 1, Jakarta Selatan. Asep tewas setelah dianiaya orang tak dikenal.
Di tubuhnya ditemukan 11 luka tusuk. "Korban mengalami tusukan tiga di perut, lima di punggung, dua di dahi satu di kepala bagian belakang," tutur Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Riftazudin, saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi kejadian, Senin (31/8/2015)
Dari pantauan Metrotvnews.com, ruang serbaguna yang berada di lantai dasar gedung gereja nampak darah korban yang masih berlumuran di lantai. Sebagian bercak darah juga terlihat di piano. Kini lokasi masih dijaga pihak kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama setelah sejak pagi hingga siang ini melakukan olah tempat kejadian perkara.
TKP Pembunuhan Asep Ginanjar. Foto: Ilham Wibowo/MTVN
Seperti diketahui, Asep ditemukan tewas bersimbah darah dengan mulut tertutup lakban dini hari tadi. Pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu diduga dibunuh perampok.
Jasadnya ditemukan dalam kondisi terlentang. Di tubuhnya ditemukan beberapa luka tusuk. Berdasarkan keterangan saksi, korban merupakan kuli bangunan yang sedang merenovasi gereja tersebut. “Ada satu orang penjaga dan korban yang perbaiki gereja. Kami masih selidiki dan periksa saksi-saksi,” ujar Wahyu, saksi kejadian.
Usai identifikasi, polisi mengirim jenazah korban ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diautopsi. Kasus tersebut ditangani aparat Polsek Kebayoran Lama.
(Klik: Kronologi Pembunuhan Sadis di Gereja Advant Gandaria)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)