Pegiat Media Sosial Septiani Eko Nugroho. Foto: MTVN/Nur Azizah
Pegiat Media Sosial Septiani Eko Nugroho. Foto: MTVN/Nur Azizah

'Masyarakat Indonesia Anti-Hoax' Upaya Tangani Informasi Fitnah

Nur Azizah • 01 Desember 2016 16:40
medcom.id, Jakarta: Persebaran informasi di dunia maya tak dapat dikendalikan. Setiap hari jutaan berita bohong (hoax) selalu lahir dan hilir mudik.
 
Ironisnya, masyarakat mudah percaya berita yang beredar di dunia maya. Karena itu, pegiat media sosial Septiaji Eko Nugroho membentuk Komunitas Masyarakat Indonesia Anti-Hoax.
 
"Gerakan ini didasari keresahan banyak pihak atas persebaran berita fitnah. Bahkan, banyak yang berpendidikan tinggi ikut menyebarkan berita hoax," kata Septiaji di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Aji, sapaan Septiaji, menyampaikan, berita hoax berpotensi mengganggu keamanan nasional. Bahkan, beberapa kali informasi hoax menjadi viral di media sosial dan memicu keributan.
 
"Sampai merembet pengrusakan fisik seperti pembakaran tempat ibadah di salah satu kota. Ini sangat berbahaya," ujarnya.
 
Aji menegaskan, Komunitas Masyarakat Indonesia Anti-Hoax merupakan gerakan non-partisipan. Tidak berafiliasi pada kelompok, partai atau pemerintahan.
 
"Saya hanya ingin semua ini berakhir, baik dengan penindakan hukum maupun dengan masyarakat kembali bermedia sosial dengan santun," imbuhnya.
 
Sejumlah tokoh didaulat menjadi Duta Anti-Hoax, seperti intelektial Muslim Azyumardi Azra, Komarudin Hidayat, sastrawan Goenawan Mohamad, sineas Nia Dinata, dan beberapa tokoh nasional lain.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>