Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

AJI: Kekerasan terhadap Wartawan Didominasi Polisi

Nasional kekerasan terhadap wartawan
Faisal Abdalla • 15 Oktober 2019 18:19
Jakarta: Aliansi Jurnalis Indpenden (AJI) menyoroti masih maraknya aksi kekerasan terhadap wartawan. Pelaku kekerasan ini masih didominasi polisi.
 
"Di 2019 meski kekerasan relatif lebih sedikit, tapi kekerasan yang dilakukan jauh lebih besar dari yang terjadi dalam lima tahun sebelumnya," kata Ketua Umum AJI Abdul Manan di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019.
 
Manan menyebut dalam aksi menolak hasil pemilu di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei 2019, ada 18 kasus kekerasan terhadap wartawan yang meliput. Sebanyak 10 kasus dilakukan polisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal serupa juga terjadi pada demonstrasi mahasiswa pada 23-30 September 2019. Dalam aksi tersebut, ada 14 kasus kekerasan terhadap wartawan. Sebanyak 10 kasus dilakukan polisi.
 
Manan menyebut indikator tindakan kekerasan pada wartawan bisa berupa inntimidasi, pengusiran, hingga kekerasan fisik seperti pemukulan hingga yang paling parah, pembunuhan. AJI, kata dia, mengecam kekerasan ini.
 
"Kita melihat polisi ini semakin brutal dan semakin tidak toleran. Ini menimbulkan pertanyaan apa sebenarnya yang mendorong polisi bisa bersikap brutal seperrti itu," ujar Manan.
 
Dia menduga tindakan keras polisi kepada wartawan disebabkan mereka tak ingin perbuatan melawan hukumnya diekspos media. "Wartawan dipukuli diintimidasi karena merekam tindak kekerasan yang dilakukan polisi," ujar Manan.
 
Dia mengatakan wartawan yang sedang melakukan meliput tak boleh dihalang-halangi. Pasalnya, peliputan ini bentuk tanggung jawab seorang wartawan kepada publik.
 
"Saya kira ini perkembangan yang sangat merisaukan dan karena kita tahu ini akan menjadi kecenderungan yang laten karena kita tahu banyak polisi melakukan tindakan seperti itu dan itu akan jadi preseden untuk tindakan-tindakan yang lainnya," ujar Manan.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif