Kemenaker dalam workshop Meningkatan Daya Saing Bangsa dengan Menciptakan Pekerja Migran (Diaspora) Indonesia. (Foto: Dok. Kemenaker)
Kemenaker dalam workshop Meningkatan Daya Saing Bangsa dengan Menciptakan Pekerja Migran (Diaspora) Indonesia. (Foto: Dok. Kemenaker)

Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran, Kemenaker Gandeng KDI

Nasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 13 Agustus 2019 19:33
Jakarta: Komunitas Diaspora Indonesia (KDI) dinilai memiliki peran strategis dalam merangkul Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai elemen dalam diaspora Indonesia. Hal ini mengingat potensi dan kontribusi yang dimiliki pekerja migran cukup besar untuk pembangunan dalam negeri.
 
Melihat peran strategis tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berharap KDI membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada PMI agar dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pekerja migran, sehingga mampu bersaing pada era globalisasi.
 
"Kami mengundang perwakilan dari KDI untuk membagikan pengalaman dan best practices kepada peserta workshop. Sekaligus dapat menghasilkan rumusan masukan kepada pemerintah, utamanya terkait dengan strategi peningkatan daya saing pekerja kita di negara penempatan," kata Staf Ahli Menaker Bidang Kebijakan Publik Reyna Usman, dalam acara workshop Meningkatan Daya Saing Bangsa dengan Menciptakan Pekerja Migran (Diaspora) Indonesia yang Berkualitas, di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah memiliki komitmen kuat dalam melindungi kepentingan calon PMI/PMI dan keluarganya dalam rangka mewujudkan terjaminnya pemenuhan hak dalam keseluruhan kegiatan baik sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah bekerja.
 
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelindungan PMI adalah mengubah paradigma. PMI bukan lagi objek, tetapi subjek penempatan.
 
"Mereka merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan PMI, " kata Reyna.
 
Isu pekerja/buruh migran sangat kompleks dan dinamis. Melalui penyelenggaraan workshop hasil kerja sama Kemenaker dan KDI, pemerintah ingin mendengar sudut pandang dari komunitas diaspora tentang peran KDI dalam membantu pemerintah. Khususnya untuk kepentingan market intellegent dalam rangka penempatan dan pelindungan PMI.
 
"Selain itu, kami juga sekaligus dapat mendiskusikan bentuk-bentuk kerja sama ke depan yang layak untuk kita lakukan bersama. Tentunya tetap mengacu pada peran dan fungsi masing-masing," katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemenaker Eva Trisiana berharap pada masa mendatang, tidak akan ada PMI bekerja di sektor informal yang hanya mengandalkan low skill.
 
"PMI yang berasal dari kalangan profesional dan mempunyai high skill dapat meminimalisasi adanya permasalahan ketika bekerja di luar negeri, " ujar Eva.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif