Menaker Ida Fauziah. Foto : MI/Mohhamad Irfan.
Menaker Ida Fauziah. Foto : MI/Mohhamad Irfan.

PKB: Imlek Tak Bisa Dilepaskan dari Gus Dur

Nasional perayaan imlek
Gervin Nathaniel Purba, Kautsar Widya Prabowo • 23 Januari 2020 04:45
Jakarta: Perayaan Imlek bukan hanya sekadar pengakuan untuk memperkuat toleransi dan tali persaudaraan. Perayaan Imlek tak terlepas dari peran Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
 
Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziyah mengatakan perayaan Imlek mewujudkan persamaan keadilan dan menolak segala bentuk diskriminasi. Setiap warga negara sama di mata hukum tanpa memandang suku ras dan agamanya.
 
“Ini menjadi landasan bagi PKB menjadi partai politik yang sampai sekarang tidak pernah absen untuk nyambut Imlek. Ini merupakan cara kami mengenang almarhum Gus Dur,” ujar Ida, saat menghadiri Refleksi Imlek 2020, di Season City, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemeriahan perayaan Imlek di Indonesia tidak terlepas dari peran Gus Dur. Selama masa orde baru, perayaan Imlek sempat dilarang yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China.
 
Saat Gus Dur memimpin, Inpres tersebut dicabut dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000. Hal ini menjadi momentum bagi warga Tionghoa bebas merayakan Imlek dan Cap Go Meh.
 
“Tanpa Gus Dur, tidak ada Imlek dan Cap Go Meg yang dirayakan terbuka. Barongsai dan naga tidak akan turun di jalan,” kata Ida.
 
Melalui perayaan Imlek, PKB akan terus melanjutkan perjuangan Gus Dur dan memastikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika tetap kokoh.
 
“PKB diharapkan menjadi kekuatan politik utama untuk melindungi ideologi dan cita-cita bangsa Indonesia, dan melindungi warga Tionghoa di seluruh Indonesia,” ucapnya.
 
Hal yang sama diungkapkan politikus PKB lainnya Daniel Johan. Budaya-budaya Tionghoa dari keseniannya kini sudah tak asing di tengah masyarakat.
 
"Tanpa Gus Dur tidak ada barongsai dan naga turun ke jalan," kata Daniel.
 
Ia memastikan PKB akan terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita Gus Dur. Pancasila dan kebhinekaan tetap kokoh berdiri di Bumi Pertiwi Indonesia.
 
"Saya dan PKB akan menjadi garda terdepan untuk memastikan politik kebangsaan tetap menjadi warna politik Indonesia," tuturnya.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif