Kepala BNPB sekaligus Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR, Letnan Jenderal Suharyanto. Dok. Istimewa
Kepala BNPB sekaligus Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR, Letnan Jenderal Suharyanto. Dok. Istimewa

Penyelenggaraan GPDRR Bali 2022 Dinilai Berjalan Sukses

Achmad Zulfikar Fazli • 30 Mei 2022 23:14
Bali: Indonesia dinilai sukses menyelenggarakan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali. Apresiasi yang diberikan jurnalis nasional dan internasional terhadap penyelenggaraan GPDRR juga menjadi bukti nyata usaha Indonesia memberikan kontribusi yang signifikan dalam mitigasi bencana untuk seluruh dunia.
 
"Indonesia telah berhasil menyelenggarakan GPDRR 2022 terlepas dari adanya tantangan pandemi covid-19," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, saat penutupan GPDRR ke-7 di Nusa Dua Bali, seperti dilansir pada Senin, 30 Mei 2022.
 
Menurut Suharyanto, keberhasilan itu tidak dapat terjadi tanpa kerja keras dan kontribusi dari seluruh kementerian dan lembaga, masyarakat sipil, lembaga usaha, akademisi, serta media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong mengatakan mengelola kegiatan multinasional yang melibatkan lebih dari 3.200 orang, lebih dari 150 pembicara dan moderator, lebih dari 3 ribu orang bergabung lewat streaming, memerlukan media center yang kuat dari sisi infrastruktur maupun kemampuan melakukan komunikasi publik.
 
Begitu banyak informasi penting dari GPDRR ke-7 tentu membutuhkan amplifikasi informasi yang cepat, sehingga warga dunia mampu menerima manfaat dari kegiatan ini.
 
“Sejak awal kami sudah melihat masalah infrastruktur dan komunikasi publik menjadi salah satu suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Maka sedari awal kami telah mempersiapkannya dengan baik dan rinci," ujar Usman.
 
Usman menyampaikan sedari awal Kominfo merancang media center yang mampu menjembatani kebutuhan informasi para jurnalis. Hal ini juga didukung infrastruktur penunjang lainnya.
 
"Seluruh kebutuhan jurnalis saat melakukan peliputan akan kami bantu dengan senyum dan keramahan," ucap Usman.
 
Jurnalis asing mengakui manfaat dan kemudahan yang diberikan media center dalam perhelatan GPDRR di Bali. Tingkat keakuratan dan kecepatan informasi menjadi hal yang sangat membantu jurnalis dalam melaksanakan tugasnya.
 
"Saya bicara atas nama 22 jurnalis yang diorganisir dari serikat kelompok tempat saya bekerja, kami semua senang berada di sini. Semuanya telah bekerja dengan baik. Dan yang terpenting, semua orang sangat membantu. Begitu akomodatif, apa pun itu," kata Head of SG Department Asia-Pacific Broadcasting Union, Natalia Ilieva.
 
Kominfo, khususnya Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, menjadi penanggung jawab penyelengaraan komunikasi publik dalam perhelatan GPDRR Ke-7 di Bali. Tugasnya bukan hanya menyelengarakan media center, tetapi memastikan hasil-hasil yang dicapai dalam kegiatan ini dapat tersebar kepada masyarakat dan media khususnya untuk diamplifikasi kepada masyarakat dunia.
 
“Jadi kami bukan hanya menjadi operator media center saja. Saya telah menginstruksikan kepada teman-teman untuk membangun media relation yang baik kepada para media untuk memastikan hasil-hasil yang dicapai dapat segera tersebar dengan cepat dan akurat bukan hanya ke media-media dalam negeri, juga media luar negeri," tegas Usman.
 
Usman menyampaikan ada tujuh rekomendasi yang dilahirkan dalam GPDRR di Bali. Ketujuh rekomendasi itu harus didukung sebagai sebuah solusi bagi mitigasi bencana di dunia.
 
"Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis nasional dan internasional yang ikut membantu menyebarkan hasil dari GPDRR ke-7 ini, dan semoga ini akan menjadi sebuah kontribusi berharga dari Indonesia," ujar Usman.
 
Baca: GPDRR Melahirkan 7 Rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Bencana
 
Sementara itu, Koordinator Media Center GPDRR ke-7 di Bali, Marroli J Indarto, menceritakan bagaimana kerumitan dalam pengelolaan Media Center GPDRR menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan tidak hanya secara offline, tetapi online streaming dengan berbagai pihak di belahan dunia.
 
“Tantangannya memang tidak mudah, namun infrastruktur teknologi kita memang sudah maumpuni, sehingga kita dapat memfasilitasi para delegasi dan media untuk melakukan komunikasi baik secara offline mau pun online," terang Marroli.
 
Kuncinya, kata dia, pihaknya bukan hanya menjadi operator media center. Tetapi, membangun hubungan yang baik kepada para media untuk memastikan hasil-hasil yang dicapai segera tersebar dengan cepat dan akurat ke seluruh media massa.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif