Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Pengertian Halal Bihalal Saat Lebaran, Tradisi, dan Sejarahnya

Nasional hari raya idul fitri islam Lebaran 2022
Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 April 2022 12:42
Jakarta: Dalam hitungan hari umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah satu bulan penuh puasa di Bulan Ramadan. Saat Lebaran umat muslim Indonesia memiliki tradisi Halal bihalal.
 
Halal bi halal sama halnya dengan bersilaturahmi. Saling kunjung mengunjungi dan setiap orang akan saling maaf memaafkan. Sehingga Halal bihalal menjadi tradisi yang terus berkembang di masyarakat saat Lebaran.

Arti Halal bihalal

Halal bihalal seperti terdengar dari berasal dari bahasa Arab. Namun, Halal bihalal tidak hanya ada di sana. Tradisi halal bi halal faktanya hanya ada di Indonesia dan sudah mengakar. Bentuknya pun beragama, bisa berkunjung ke sanak saudara atau silaturahmi atau membuat acara open house.
 
Kata Halal bihalal sendiri sudah diserap dalam bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang.

Sejarah Halal bihalal

Terdapat beberapa versi awal munculnya Halal bihalal. Versi pertama dan paling populer adalah istilah Halal bihalal diawali oleh KH Wahab Chasbullah seorang ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU) kepada Presiden Soekarno pada tahun 1948 atau setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Tujuannya, untuk mempertemukan para tokoh politik pada saat itu, dalam rangka mengurai ketegangan dan dinamika politik yang terjadi pasca kemerdekaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Versi kedua seperti dikutip dari laman Historia.id, halal bi halal ini bermula dari pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Pada saat itu, martabak tergolong makanan baru bagi masyarakat Indonesia. Pedagang martabak ini dibantu dengan pembantu primbuminya kemudian mempromosikan dagangannya dengan kata-kata ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’. Sejak saat itu, istilah halalbehalal mulai populer di masyarakat Solo.
 
Halal bihalal merupakan budaya berkunjung ke rumah kerabat dan sahabat saat momen lebaran.
Ilustrasi. Freepik
 
Dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, istilah halal bi halal sudah digunakan sudah digunakan di media cetak terbitan Muhammadiyah, yaitu Majalah Suara Muhammadiyah. Istilah tersebut dipergunakan di Majalah Suara Muhammadiyah edisi No 5 tahun 1924.

Halal bihalal 2022

Setelah dua tahun pandemi pemerintah akhirnya mengizinkan kegiatan Halal bihalal kembali digelar dengan mengikuti protokol kesehatan dan sesuai level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ). Aturan tersebut termuat dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pelaksanaan Halal bihalal pada lebaran 2022.
 
“Kegiatan Halal bihalal disesuaikan dengan level kabupaten/kota yang ditetapkan dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali,” tulis SE yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian seperti dikutip Medcom.id, Kamis, 28 April 2022.
 
Dan disesuaikan dengan Inmendagri tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 serta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Luar Jawa-Bali yang berlaku.
 
(RUL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif