medcom.id, Makassar: Tim Disaster Victim Identification Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah berhasil mengidentifikasi tiga dari 10 jenazah korban pesawat Aviastar.
"Berdasarkan hasil identifikasi ante mortem dan post mortemnya, identitas tiga korban yang ditemukan dekat pesawat itu sudah diketahui," kata Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Sulselbar Kombes Pol Raden Harjuno didampingi Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera di Makassar, seperti dikutip Antara, Rabu (7/10/2015).
Berdasarkan data primer dan sekundernya, korban pertama dipastikan Nurul Fatimah (26), warga Jalan Sunu Il/3, Makassar. Korban diketahui identitasnya setelah mendapatkan data-data awal dari pihak keluarga.
Berdasarkan data primernya, gigi dan dental ontologi forensik sangat identik. Sedangkan data sekunder yang didapatkan dari tubuhnya, berjenis kelamin perempuan, memiliki cincin yang melekat di jari tangan kana bertuliskan Kamaruddin. Kamaruddin adalah nama suami Nurul.
Korban kedua diketahui Rizal Arman (30), warga Jalan Jambu Putih, Kecamatan Koasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Korban jenazah ketiga diketahui atas nama Sukris Winarto (43), warga Jalan
Merak Nomor 6, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mandala Kota, Biak, Papua.
Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, korban yang teridentifikasi ini segera dimandikan dan dikafani kemudian diserahkan ke keluarga masing-masing.
Kemarin, 10 jenazah korban pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 tiba di Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar. Jenazah dibawa mengunakan dua heli milik Basarnas dan TNI pada Selasa malam.
Dalam pesawat naas itu ada tiga kru pesawat, yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto. Tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun) kini dilakukan identifikasi di RS Bayangkara karena tubuhnya hangus terbakar.
medcom.id, Makassar: Tim Disaster Victim Identification Polda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah berhasil mengidentifikasi tiga dari 10 jenazah korban pesawat Aviastar.
"Berdasarkan hasil identifikasi ante mortem dan post mortemnya, identitas tiga korban yang ditemukan dekat pesawat itu sudah diketahui," kata Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Sulselbar Kombes Pol Raden Harjuno didampingi Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera di Makassar, seperti dikutip Antara, Rabu (7/10/2015).
Berdasarkan data primer dan sekundernya, korban pertama dipastikan Nurul Fatimah (26), warga Jalan Sunu Il/3, Makassar. Korban diketahui identitasnya setelah mendapatkan data-data awal dari pihak keluarga.
Berdasarkan data primernya, gigi dan dental ontologi forensik sangat identik. Sedangkan data sekunder yang didapatkan dari tubuhnya, berjenis kelamin perempuan, memiliki cincin yang melekat di jari tangan kana bertuliskan Kamaruddin. Kamaruddin adalah nama suami Nurul.
Korban kedua diketahui Rizal Arman (30), warga Jalan Jambu Putih, Kecamatan Koasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Korban jenazah ketiga diketahui atas nama Sukris Winarto (43), warga Jalan
Merak Nomor 6, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mandala Kota, Biak, Papua.
Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, korban yang teridentifikasi ini segera dimandikan dan dikafani kemudian diserahkan ke keluarga masing-masing.
Kemarin, 10 jenazah korban pesawat Aviastar jenis PKBRM/DHC6 milik Aviastar dengan nomor penerbangan MV 7503 tiba di Bandara Lanud Hasanuddin, Makassar. Jenazah dibawa mengunakan dua heli milik Basarnas dan TNI pada Selasa malam.
Dalam pesawat naas itu ada tiga kru pesawat, yakni Capt Iri Afriadi dengan Co Pilot Yudhistira serta teknisi bernama Soekris Winarto. Tujuh penumpang, yakni Nurul Fatimah, Lisa Falentin, Riza Arman, Sakhi Arqam, M. Natsir, Afif (bayi 1 tahun), Raya Adawiah (balita 3 tahun) kini dilakukan identifikasi di RS Bayangkara karena tubuhnya hangus terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)