Komandan DVI Polri Kombes Hery Wijatmoko dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021. Medcom.id/Zaenal Arifin
Komandan DVI Polri Kombes Hery Wijatmoko dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021. Medcom.id/Zaenal Arifin

Polri Libatkan Dukcapil Identifikasi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Zaenal Arifin • 10 Januari 2021 20:14
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam identifikasi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Terutama untuk mencocokan identitas korban melalui data rekam sidik jari dan iris mata.
 
"Ada keterlibatan Dukcapil dan Inafis yang memiliki kemampuan untuk sidik jari dan sidik iris, kemudian pemeriksaan ontomologi dental dari rekam medik, medis maupun properti," ujar Komandan DVI Polri Kombes Hery Wijatmoko dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu, 10 Januari 2021.
 
Proses identifikasi bagian tubuh korban terus berjalan dimulai dari pengumpulan data antemortem dan postmortem dari keluarga korban. Kurang lebih keluarga dari 21 korban telah menyerahkan data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu proses pencocokan yang dilakukan Tim DVI dengan mengambil sampel DNA dari keluarga inti korban. Petugas juga meminta data tanda lahir atau identitas lainnya yang melekat pada korban.
 
"Saya yakin dalam beberapa saat kami akan bisa membandingkan (data postmortem dan antemortem). Karena kami sudah ada datanya," jelas Hery.
 
Baca: Identifikasi Korban Dipengaruhi Kelengkapan Data Antemortem dan Postmortem
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif