Kondisi demo di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Oktober 2020. Medcom.id/ Daviq Umar Alfaruq
Kondisi demo di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 8 Oktober 2020. Medcom.id/ Daviq Umar Alfaruq

Pengamat: Waspadai Penunggang Gelap Demo UU Ciptaker

Nasional Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Oktober 2020 09:43
Jakarta: Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai ada kelompok dengan niat terselubung dalam demo Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Pemerintah dan aparat kepolisian diminta mewaspadai provokator yang mencoreng substansi unjuk rasa.
 
“Yang bahaya ada penunggang gelap,” kata Jerry dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Demo menolak UU Ciptaker dapat dimanfaatkan pihak yang ingin memperjuangkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Golongan ini bisa jadi sengaja menyulut emosi atau sengaja membuat demo untuk kepentingan politis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai demonstrasi murni untuk menyuarakan keresahan kelompok hal yang wajar. Unjuk rasa yang mengikuti prosedur menjadi hak berpendapat di ruang publik bahkan telah dilindungi konstitusi. Apalagi, demonstrasi memperjuangkan suara rakyat.
 
“Kalau sudah menjurus ke anarkisme maka itu tidak diperkenankan,” ujar dia.
 
Baca: Demo UU Ciptaker, Hindari Melintasi Kawasan Istana Merdeka
 
Dia mengusulkan penolakan UU Ciptaker tidak disampaikan melalui demonstrasi. Pedemo dapat diskusi dan bertukar pikiran dengan pemerintah dan DPR.
 
“Bisa dengan gelar RDP (rapat dengar pendapat). Itu lebih santun dan terhormat,” ucap Jerry.
 
Sejumlah organisasi masyarakat berencana menggelar demonstrasi, Selasa siang, 13 Oktober 2020. Aksi ini disebutkan menolak Undang-Undang Cipta Kerja.
 
Baca: Kerugian Akibat Demo Rusuh di DKI Jakarta Capai Rp65 Miliar
 
Sebelumnya, unjuk rasa menolak UU Ciptaker juga digelar beberapa hari pekan di sejumlah daerah. Namun, demonstrasi berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusah. Kerugian di DKI Jakarta ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif