NEWSTICKER
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,
Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra,

Ketersedian KTP-el Untuk Mendorong DP4

Nasional pelayanan e-ktp ktp
Ilham Pratama Putra • 15 Januari 2020 00:22
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih mengumpulkan Daftar Penduduk Pemilih Potensial (DP4) dari daerah. Ketersediaan KTP-el juga menjadi perhatian untuk pendataan DP4.
 
"Saat ini kita sedang memproses DP4 untuk pilkada di bulan September. Sesuai jadwal dari KPU itu akan diserahkan sekitar tanggal 20, 23 Februari. Jadi ada waktu 40 hari kedepan," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa 14 Januari 2020.
 
Berkaitan dengan itu penerbitan KTP-el juga digencarkan. Terlebih akan ada sensus penduduk yang juga akan dilakukan pada tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada beberapa prioritas penduduk yang menerima KTP-el. "Pemilik pertama kali, korban bencana alam, pergantian karena rusak atau hilang dan penggantian print ready record (PPR) atau siap cetak," lanjut dia.
 
Pihaknya menyebut, untuk seluruh wilayah di Indonesia, telah tersedia 16 juta keping KTP-el per Januari 2020. Saat ini sudah terdistribusi ke daerah sebanyak 961.000 keping.
 
Pun pihaknya telah mendata kebutuhan blangko KTP-el hingga akhir 2020. Dengan asumsi ada kebutuhan akibat pemekaran desa, perubahan data kependudukan, hingga perubahan wilayah administrasi.
 
"Saat ini kita perlu penambahan kurang lebih 25 juta keping. Sekarang sudah ada 16 juta keping. Jadi kita keperluannya 41 juta keping (hingga akhir 2020)," jelas dia.
 
Zudan menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah meminta dana tambahan untuk guna mencukupi kebutuhan KTP-el hingga akhir tahun. Hal itu juga tak lepas untuk DP4 Pilkada 2020.
 
"Kita akan sangat senang kalau nanti ibu Menteri Keuangan (Menkeu) memberikan tambahan anggaran untuk yang berjumlah 25 juta keping lagi. Sehingga kita ini, terselesaikan masalah yang terkait," kata Zudan.
 
Terkait lambatnya penyediaan KTP-el di Dukcapil setempat, Zudan tak menganggapnya sebagai masalah. Sebab data ketersediaan blangko terpantau dengan baik.
 
"Mengenai daerah itu mencetaknya berapa, itu termonitor kok di kita. Berapa yang dicetak oleh daerah, itu di dashboardnya Dukcapil keliatan. Untuk itu daerah mana yang dapat blanko berapa, kemudian dicetak berapa, itu bisa kita ketahui. Jadi kalau memang tidak ada ya ketahuan, dan tinggal minta kesini," pungkasnya.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif