Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Kapolri Sebut Kivlan Zen Bukan Dalang Kerusuhan

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Fachri Audhia Hafiez • 13 Juni 2019 11:44
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bukan dalang kerusuhan aksi 21-22 Mei 2019. Keterlibatan pihak-pihak terkait masih didalami.
 
"Tolong dikoreksi bahwa dari Polri tidak pernah mengatakan dalang kerusuhan itu adalah Pak Kivlan Zen. Enggak pernah," tegas Tito di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Tito meminta agar semua pihak menghormati proses investigasi yang tengah dilakukan oleh Polri. Ini sekaligus menjawab tudingan bila proses hukum pihak terkait kerusuhan berhenti di Kivlan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan aksi 21 dan 22 Mei terbagi menjadi dua segmen, yakni aksi damai dan aksi yang sengaja berbuat rusuh. Aksi kerusuhan memang telah terjadi skenario untuk terjadinya peristiwa itu.
 
"Ini ada bom molotov, panah, parang, ada roket mercon, itu pasti dibeli sebelumnya. Ada mobil ambulans yang isinya bukan peralatan medis, tapi peralatan kekerasan. Itu berarti memang kalau saya berpendapat peristiwa jam 22.30 WIB (21 Mei) dan selanjutnya sudah ada yang men-setting. Tapi tidak menyampaikan itu Pak Kivlan Zen," jelas Tito.
 
Sebelumnya, Polri membeberkan peran Kivlan Zen dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. Kivlan disebut sebagai pihak yang memberi perintah terhadap rencana pembunuhan.
 
Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan kasus ini berawal dari penangkapan enam tersangka eksekutor. Mereka adalah HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF.
 
"Mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei," kata Ade di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019.
 
Baca: Motif Dugaan Pembunuhan Berencana Kivlan Zein Diselidiki
 
Kivlan disebut memberi perintah kepada tersangka HK untuk membunuh empat tokoh nasional, yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Kivlan memberikan uang sebesar Rp150 juta dalam bentuk dolar Singapura untuk keperluan membeli senjata dan merekrut eksekutor lainya.
 
Selain itu, Polisi juga menyebut Kivlan memerintahkan tersangka lain IR untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya. Kivlan memberikan uang Rp5 juta untuk mengeksekusi perintah tersebut.
 
Untuk menguatkan keteranganya, Polisi memutarkan video testimoni para tersangka. Berdasarkan video tersebut, tersangka HK dan dan IR mengakui diperintah oleh Kivlan Zen untuk menghabisi nyawa para target.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif