Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.
Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.

Amnesty Internasional Indonesia Tagih Investigasi Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional kerusuhan
08 Juli 2019 07:38
Jakarta: Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid akan melakukan pertemuan dengan pejabat Polri, hari ini, Senin, 8 Juli 2019, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Pertemuannya dengan pejabat Polri untuk menanyakan perkembangan investigasi kasus kerusuhan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 21 dan 22 Mei 2019.
 
"Iya kami berencana ke Mabes Polri jam 11.00 WIB,” kata Usman, Senin, 8 Juli 2019.
 
Usman mengatakan, Dia mengaku, pihaknya akan memberikan sejumlah saran dan masukan terkait investigasi kasus tersebut.Dia menerangkan, Amnesty International Indonesia memiliki mekanisme yang terbuka maupun mekanisme masukan secara tertutup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kedua-duanya semata-mata untuk mendorong proses hukum demi kemanusiaan dan keadilan baik bagi masyarakat termasuk anggota Polri yang menjalankan tugas," jelas dia.
 
Amnesty International Indonesia pun telah mengapresiasi Polri yang menjatuhkan sanksi disiplin berupa penahanan selama 21 hari kepada 10 anggota Brimob yang diduga melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
 
Namun, Amnesty International Indonesia juga meminta Polri melakukan proses penindakan terhadap anggota Brimob yang diduga melakukan penyiksaan di beberapa titik lain di Jakarta pada 21-23 Mei 2019, Amesty Internasional Indonesia mengaku memiliki dokumentasi dugaan penyiksaan oleh anggota Brimob tersebut.
 
"Hukuman disiplin merupakan tindakan yang wajib dilakukan oleh Polri untuk menindak anggotanya yang melakukan pelanggaran. Kami mengapresiasi langkah tersebut," tegas Usman.
 
Dia menyatakan, Polri harus mengusut tuntas dan menghukum anggotanya yang diduga melakukan kekerasan saat kerusuhan 21-23 Mei 2019 secara profesional. Sehingga, kepercayaan publik terhadap Polri bisa kembali.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif