Jakarta: Laksamana Muda (Laksda) Yudo Margono resmi menjabat sebagai panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (pangarmabar). Dia sudah menjalankan serah terima jabatan (sertijab) dari Laksda TNI Aan Kurnia, pejabat sebelumnya.
Acara sertijab dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi. Sementara itu, jabatan panglima Komando Lintas Laut Militer (pangkolinlamil) yang ditinggalkan Yudo kini diisi Laksamana Pertama (Laksma) R Achmad Rivai.
"Serah terima jabatan merupakan aktualisasi regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI AL yang memiliki nilai dan arti strategis," kata Ade di Kompleks Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 15 Maret 2018.
Menurut dia, mutasi berkaitan erat dengan dinamika pembinaan organisasi. Rotasi jabatan juga untuk menyegarkan organisasi melalui ide dan gagasan inovatif baru dari pejabat baru.
Ade menilai jabatan pangarmabar adalah kepercayaan dan kehormatan bagi pemimpin TNI AL. Amanah ini harus dijawab dengan tekad dan semangat untuk meningkatkan format utama masing-masing.
Sementara itu, ia menyampaikan Koarmabar dan Kolinlamil adalah komando utama (kotama) pembinaan dan operasional TNI AL. Koarmabar bertugas membina kemampuan sistem senjata armada terpadu (SSAT).
Institusi ini juga wajib membentuk potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan negara di laut. Selain itu, satuan ini melaksanakan operasi Iaut, operasi tempur laut, dan proyeksi kekuatan ke darat dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut.
Kolinlamil, lanjut dia, mengemban tugas membina kemampuan sistem angkutan laut militer dan potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara. Satuan ini juga melaksanakan angkutan laut administratif, taktis maupun strategis TNl/Polri, dan melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka pembangunan nasional.
Baca: Dua Prajurit Lanal Simeulue Raih Penghargaan dari Ceko
"Kami yakin dari prestasi yang telah ditunjukkan laksamana mampu melaksanakan tugas dan bertanggung jawab dengan baik," ungkap Ade.
Ia mengatakan perkembangan lingkungan strategis kerap diwarnai dengan permasalahan. Hal itu di antaranya perbatasan antarnegara, pengamanan pelayaran, pencemaran lingkungan, pelanggaran hukum di laut, dan penanggulangan bencana alam.
Pemberontakan bersenjata, separatisme, dan terorisme juga masih menjadi ancaman serius NKRI. Dia pun meminta Koarmabar dan Kolinlamil menjadi tumpuan TNI Angkatan Laut dalam menjawab tantangan.
"TNI Angkatan Laut tengah melaksanakan pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan yang diarahkan untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum guna mendukung pemerintah manjadikan lndonesia sebagai poros maritim dunia," terang dia.
Koarmabar dan Kolinlamil dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme personel dengan didukung standart operating procedure (SOP) yang implementatif. Langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam penyiapannya diperlukan.
"Kami berharap khusus untuk Koarmabar tahun ini sudah ada pembinaan di kawasan barat," pungkas Ade.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/VNx3EnJK" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Laksamana Muda (Laksda) Yudo Margono resmi menjabat sebagai panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (pangarmabar). Dia sudah menjalankan serah terima jabatan (sertijab) dari Laksda TNI Aan Kurnia, pejabat sebelumnya.
Acara sertijab dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi. Sementara itu, jabatan panglima Komando Lintas Laut Militer (pangkolinlamil) yang ditinggalkan Yudo kini diisi Laksamana Pertama (Laksma) R Achmad Rivai.
"Serah terima jabatan merupakan aktualisasi regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI AL yang memiliki nilai dan arti strategis," kata Ade di Kompleks Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 15 Maret 2018.
Menurut dia, mutasi berkaitan erat dengan dinamika pembinaan organisasi. Rotasi jabatan juga untuk menyegarkan organisasi melalui ide dan gagasan inovatif baru dari pejabat baru.
Ade menilai jabatan pangarmabar adalah kepercayaan dan kehormatan bagi pemimpin TNI AL. Amanah ini harus dijawab dengan tekad dan semangat untuk meningkatkan format utama masing-masing.
Sementara itu, ia menyampaikan Koarmabar dan Kolinlamil adalah komando utama (kotama) pembinaan dan operasional TNI AL. Koarmabar bertugas membina kemampuan sistem senjata armada terpadu (SSAT).
Institusi ini juga wajib membentuk potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan negara di laut. Selain itu, satuan ini melaksanakan operasi Iaut, operasi tempur laut, dan proyeksi kekuatan ke darat dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut.
Kolinlamil, lanjut dia, mengemban tugas membina kemampuan sistem angkutan laut militer dan potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara. Satuan ini juga melaksanakan angkutan laut administratif, taktis maupun strategis TNl/Polri, dan melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka pembangunan nasional.
Baca: Dua Prajurit Lanal Simeulue Raih Penghargaan dari Ceko
"Kami yakin dari prestasi yang telah ditunjukkan laksamana mampu melaksanakan tugas dan bertanggung jawab dengan baik," ungkap Ade.
Ia mengatakan perkembangan lingkungan strategis kerap diwarnai dengan permasalahan. Hal itu di antaranya perbatasan antarnegara, pengamanan pelayaran, pencemaran lingkungan, pelanggaran hukum di laut, dan penanggulangan bencana alam.
Pemberontakan bersenjata, separatisme, dan terorisme juga masih menjadi ancaman serius NKRI. Dia pun meminta Koarmabar dan Kolinlamil menjadi tumpuan TNI Angkatan Laut dalam menjawab tantangan.
"TNI Angkatan Laut tengah melaksanakan pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan yang diarahkan untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum guna mendukung pemerintah manjadikan lndonesia sebagai poros maritim dunia," terang dia.
Koarmabar dan Kolinlamil dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme personel dengan didukung standart operating procedure (SOP) yang implementatif. Langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam penyiapannya diperlukan.
"Kami berharap khusus untuk Koarmabar tahun ini sudah ada pembinaan di kawasan barat," pungkas Ade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)