medcom.id, Padang: Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas, Padang. Kalla berharap rumah sakit ini dapat bersaing dengan rumah sakit yang ada di Singapura dan Malaysia.
Kalla sadar, rumah sakit pendidikan yang ada di universitas selalu dinilai berbahaya. Pasien takut menjadi kelinci percobaan mahasiswa. Kalla menegaskan, mahasiswa kedokteran selalu didampingi profesor yang andal. Mereka juga diperbolehkan menangani pasien setelah mendapatkan izin dari dokter pembimbing.
Baca: Mewujudkan Rumah Sakit BUMN Berkelas Dunia
"Memang tempat belajar, tapi juga dulu (rumah sakit) universitas tempat para dokter yang terbaik," kata Kalla di Rumah Sakit Universitas Andalas, Limau Manis, Padang, Jumat 4 November 2017.
Selain itu, masyarakat menengah Indonesia punya kebiasaan berobat ke luar negeri. Mereka lebih percaya penanganan rumah sakit jempolan di Singapura dan Malaysia ketimbang negara sendiri.
Kalla berharap, RS Universitas Andalas menjadi fasilitas kesehatan terbaik yang ada di Sumatera Barat. Sehingga, masyarakat memilih berobat ke sini ketimbang ke luar negeri.
"Orang Medan ke Padang saja, ada rumah sakit dan dokter-dokter yang baik. Ketimbang ke Malaka atau Singapura. Inilah kenapa kita mendukung dan berusaha betul supaya ini dijalankan dengan baik," kata Kalla.
Baca: Pembangunan RS Pendidikan Sam Ratulangi Jadi Percontohan
Pria asal Makassar ini berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi dan Islamic Develompment Bank yang membantu pembangunan rumah sakit ini. Ia berharap rumah sakit dapat bermanfaat buat masyarakat.
"Baru bisa bermanfaat apabila betul-betul dimanfaatkan sebaiknya dan dipergunakan sebaiknya," jelas Kalla.
Peresmian Rumah Sakit Universitas Andalas dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Asman Abnur, Menteri Kesehatan Nila F Moelok, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Selain itu, juga hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, Kepala BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/8KyGoEXb" allowfullscreen></iframe>
medcom.id, Padang: Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas, Padang. Kalla berharap rumah sakit ini dapat bersaing dengan rumah sakit yang ada di Singapura dan Malaysia.
Kalla sadar, rumah sakit pendidikan yang ada di universitas selalu dinilai berbahaya. Pasien takut menjadi kelinci percobaan mahasiswa. Kalla menegaskan, mahasiswa kedokteran selalu didampingi profesor yang andal. Mereka juga diperbolehkan menangani pasien setelah mendapatkan izin dari dokter pembimbing.
Baca:
Mewujudkan Rumah Sakit BUMN Berkelas Dunia
"Memang tempat belajar, tapi juga dulu (rumah sakit) universitas tempat para dokter yang terbaik," kata Kalla di Rumah Sakit Universitas Andalas, Limau Manis, Padang, Jumat 4 November 2017.
Selain itu, masyarakat menengah Indonesia punya kebiasaan berobat ke luar negeri. Mereka lebih percaya penanganan rumah sakit jempolan di Singapura dan Malaysia ketimbang negara sendiri.
Kalla berharap, RS Universitas Andalas menjadi fasilitas kesehatan terbaik yang ada di Sumatera Barat. Sehingga, masyarakat memilih berobat ke sini ketimbang ke luar negeri.
"Orang Medan ke Padang saja, ada rumah sakit dan dokter-dokter yang baik. Ketimbang ke Malaka atau Singapura. Inilah kenapa kita mendukung dan berusaha betul supaya ini dijalankan dengan baik," kata Kalla.
Baca:
Pembangunan RS Pendidikan Sam Ratulangi Jadi Percontohan
Pria asal Makassar ini berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi dan Islamic Develompment Bank yang membantu pembangunan rumah sakit ini. Ia berharap rumah sakit dapat bermanfaat buat masyarakat.
"Baru bisa bermanfaat apabila betul-betul dimanfaatkan sebaiknya dan dipergunakan sebaiknya," jelas Kalla.
Peresmian Rumah Sakit Universitas Andalas dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Asman Abnur, Menteri Kesehatan Nila F Moelok, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
Selain itu, juga hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, Kepala BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)