Fasilitas Kesehatan di Asmat Dinilai Masih Minim

Siti Yona Hukmana 15 Februari 2018 02:53 WIB
gizi kurang
Fasilitas Kesehatan di Asmat Dinilai Masih Minim
Penanganan pasien di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, Papua. (ANT/M Agung Rajasa)
Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai fasilitas kesehatan di Kabupaten Asmat, Papua, masih minim. IDI berencana membina langsung dengan memberikan edukasi, penyamaan konsep, dan memberikan penguatan kepada fasilitas kesehatan yang ada di sana. 

"Agar konsep kesehatannya sama. Dengan begitu akan mampu melakukan pengobatan kepada pasien secara maksimal," kata Relawan IDI, Halik Malik di Gedung Dompet Dhuafa Filantropi, Jalan Warung Buncit, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018. 

Halik juga melihat tenaga medis di Asmat masih kurang. Akibatnya, banyak warga setempat yang sakit tidak tertangani dengan baik 


"Faktornya terutama karena orang lokal yang berpendidikan tinggi langka atau terbatas. Sehingga mereka sangat bergantung pada orang-orang dari luar untuk bekerja di Asmat," ucap Halik.

Sejumlah petugas medis dari luar Asmat, kata dia, memang sering berdatangan. Namun, frekuensi tinggal tenaga medis dari luar itu mayoritas hanya sebentar, antara enam bulan sampai satu tahun. 

Penyebabnya, kata dia, beragam. Mulai dari kondisi wilayah yang sulit dijangkau, penghasilan minim, hingga biaya operasional yang belum seimbang.

"Untuk itu perlu ada inisiatif juga dari Pemda atau pemberi kerja supaya biaya operasional itu ada tunjangannya. Apakah tunjangan untuk transportasi atau akses terhadap fasilitas yang bisa menghubungkan dengan informasi,karena di Asmat sulit terjangkau signal," ujar Halik.





(AGA)