Tenant Binaan Puspiptek Alami Peningkatan Kualitas
Puspiptek menyelenggarakan Rapat Kerja di The Alana Hotel, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 November 2018 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Sentul: Sejumlah tenant binaan Puspiptek menunjukkan peningkatan kualitas. Para tenant tersebut merupakan calon pengusaha berbasis teknologi. 

Kepala Puspiptek Sri Setiawati mengatakan pada umumnya tren positif ini diharapkan terjadi setiap tahun. Namun, dia tak memungkiri setiap tenant memiliki hambatannya masing-masing. 

"Masing-masing tenant punya pengalaman berbeda dan masing-masing tenant punya kualitas teknologi yang berbeda," ujar Sri, saat ditemui Medcom.id di sela Rapat Kerja Puspiptek, di The Alana Hotel, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 November 2018.


Menurut Sri, salah satu hambatan yang kerap ditemui para tenant adalah uji kelayakan suatu produk. Sertifikat kelayakan produk kerap lama terbitnya, sehingga mereka tidak bisa segera menjual produknya. 

Dalam situasi ini, Puspiptek terus memberikan dorongan kepada para tenant agar terus semangat bekerja. Harapannya, pengusaha berbasis teknologi bisa menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. 

Di sisi lain, beberapa tenant telah berhasil mengekspor produknya ke luar negeri. Untuk tahun ini, PT Djava Sukses Abadi mengekspor produknya, Mangano ke Korea Selatan. Mangano merupakan merk makanan siap saji, berupa tempe, rendang jengkol, semur daging, dan opor ayam.

Sejak 2016, Puspiptek membina 62 tenant dan 39 tenant telah graduasi. Mereka memasuki proses inkubasi di TBIC untuk dibina mengembangan produk dengan bantuan fasilitas dari Puspiptek.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id