(Foto:Dok.Kemenko PMK)
(Foto:Dok.Kemenko PMK)

Menjaga Persatuan Melalui Pencegahan Konflik

Nasional berita kemenko pmk
Anggi Tondi Martaon • 29 Oktober 2018 12:21
Jakarta: Keberagaman merupakan anugerah yang dimiliki Indonesia. Namun, tak jarang perbedaan itu menimbulkan gesekan.

Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM M Najib Azca mengatakan, perlu manajemen konflik dalam meminimalkan gesekan yang mungkin terjadi, sehingga tidak berujung pada konflik.

Najib menyampaikan, manajemen setiap era pemerintahan yang dilalui Indonesia memiliki karakteristik masing-masing. Pada era Orde Baru, manajemen konflik dipercayakan dilakukan melalui pendekatan represif-otoritarian. Sedangkan di era reformasi, manajemen konflik dilakukan secara demokratis. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Manajemen konflik era reformasi yang demokratis dapat dilihat dari perjanjian damai Malino I dan II untuk Poso dan Maluku, Referendum untuk Timor Leste, dan MoU Helsinki untuk Aceh,” kata Najib dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Oktober 2018.  Najib menekankan pencegahan konflik merupakan hal penting yang harus dilakukan. Pencegahan yang dilakukan juga harus humanis, persuasif, dan berbasis data. "Dengan demikian, solusi yang dihadirkan dampak semakin menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa,”ucap Najib. 

Sementara itu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono menjelaskan, dibutuhkan sebuah terobosan, kreativitas dan kolaborasi antar komponen bangsa dalam menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia sekaligus mencegah konflik.

“Implementasi nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang penting dan merupakan tanggungjawab seluruh pihak sehingga potensi konflik dapat dicegah,” kata Hariyono. 


(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi