Ilustrasi. Awan hitam menyelimuti langit Jakarta. (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi. Awan hitam menyelimuti langit Jakarta. (Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga)

Awan Tsunami Perpaduan Kumulonimbus dan Roll Cloud

Nasional anomali cuaca cuaca
04 Januari 2019 10:02
Jakarta: Fenomena tak biasa muncul di langit Kota Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. Awan pekat yang tampak bergulung bak tsunami menarik perhatian masyarakat bahkan viral di media sosial.
 
Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Agie Wandala Putra mengatakan awan yang disebut masyarakat sebagai awan tsunami itu merupakan fenomena yang jarang terjadi. Secara ilmiah awan tersebut terbentuk dari kombinasi awan-awan pembawa hujan.
 
"Awan tsunami itu dua fenomena kombinasi antara kumulonimbus yang memang cukup merata di sana dan roll cloud atau jenis awan lain yang tampak seperti gelombang," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 4 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbeda dengan kumulonimbus, roll cloud, kata Agie, terjadi ketika cuaca pada waktu-waktu sebelumnya sudah tidak stabil sehingga menyimpan awan hujan yang sangat tinggi. Fenomena ini terbilang jarang terjadi kendati beberapa waktu lalu terdeteksi terjadi di wilayah Kalimantan.
 
"Dua kombinasi awan ini agak jarang terjadi. Adanya awan roll cloud sendiri karena memang dekat permukaan ada perbedaan suhu dan kelembapan yang cukup signifikan," kata dia.
 
Agie mengakui kemunculan roll cloud memang relatif unik dan jarang terjadi. Namun dalam konteks kumulonimbus, awan ini bisa terjadi di mana pun sebab bergantung pada kondisi wilayah setempat.
 
Ia menambahkan karakteristik daerah yang berpotensi muncul awan kumulonimbus biasanya karena kondisi interaksi antara pesisir dan pegunungan. Wilayah yang dekat dengan pesisir dan tidak jauh dari daerah pegunungan potensi kemunculan awan kumulonimbus lebih tinggi.
 
"Seperti di Makassar banyak area perbukitan. Bisa jadi terkait juga dengan karakteristik topografi di sana," pungkasnya.
 


 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif