Pemulihan Trauma Korban Gempa Sulteng
Ilustrasi pemulihan trauma korban gempa dan tsunami. Foto: MI/Ahmad Yakub.
Jakarta: Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children Indonesia) memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban terdampak tsunami dan gempa di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah. Lembaga itu menargetkan sebanyak 160 ribu orang.

"Kami menargetkan 160 ribu orang. Sekarang sudah mencapai 30-an ribu dari target tersebut," kata Ketua Fundraising Yayasan Sayangi Tunas Cilik Indonesia Maitra Widiantini seperti dilansir dari Antara, Rabu, 21 November 2018.

Yayasan itu mendapatkan donasi sebesar USD100 ribu dari Pfizer Indonesia untuk membantu rehabilitasi dan pemulihan di Sulawesi Tengah pascabencana. Penyaluran bantuan kepada target 160 ribu orang itu akan dilakukan dalam jangka dua tahun pascabencana. 


Atas kontribusi Pfizer Indonesia itu, Yayasan Sayangi Tunas Cilik bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam identifikasi dan reunifikasi anak-anak yang terpisah. Yakni, dengan menyediakan pendampingan psikologis, pemulihan trauma bagi anak, membangun ruang ramah anak serta mendistribusikan perlengkapan sekolah dan barang-barang untuk keperluan ibu dan anak seperti selimut, pakaian dan kelambu.

Maitra menambahkan, dari tinjauan di lokasi bencana, para korban mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih untuk keperluan sehari-hari dan toilet. Mengatasi itu, pihaknya telah membangun unit-unit MCK sementara, menyediakan pasokan air dan nutrisi kesehatan bagi para korban termasuk ibu hamil, anak dan ibu menyusui. 

Selain itu, menurut dia saat ini pihaknya sedang melakukan penilaian dini untuk melihat kebutuhan yang diperlukan dalam pemulihan kembali Palu, Donggala dan sebagian wilayah di Sulawesi Tengah yang terdampak bencana itu. 



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id