Banjir di Nepal. Foto: Istimewa.
Banjir di Nepal. Foto: Istimewa.

Longsor Himalaya Picu Banjir Dahsyat, 18 Orang Tewas dan Ratusan Wisatawan Hilang

Arif Wicaksono • 27 Agustus 2026 07:31
Ringkasnya gini..
  • Bencana besar terjadi di kawasan Himalaya perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok, pada 26 Agustus. Longsoran lumpur dan batu tiba-tiba jatuh ke sungai dan memicu banjir besar di wilayah Nepal.
  • Dikutip dari Strait Times, Sedikitnya 18 orang tewas, sementara ratusan wisatawan dilaporkan hilang. Rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan puluhan orang terseret derasnya arus banjir di kawasan perbatasan.

Kathmandu: Bencana besar terjadi di kawasan Himalaya perbatasan Nepal dan Tibet, Tiongkok, pada 26 Agustus. Longsoran lumpur dan batu tiba-tiba jatuh ke sungai dan memicu banjir besar di wilayah Nepal.

Dikutip dari Strait Times, Sedikitnya 18 orang tewas, sementara ratusan wisatawan dilaporkan hilang. Rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan puluhan orang terseret derasnya arus banjir di kawasan perbatasan.

Baca juga:   Darimana Alokasi Bantuan Korban Bencana Gempa NTT?

Situasi masih belum sepenuhnya terkendali. Rumah dan jalan di Nepal ikut tersapu banjir. Di sisi Tibet, pejabat setempat juga memperingatkan kemungkinan adanya korban dalam jumlah besar dan orang-orang yang masih belum ditemukan.

Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mengatakan laporan awal menunjukkan gempa bumi di kawasan tersebut kemungkinan memicu longsoran yang kemudian menyebabkan banjir.

Dampaknya meluas hingga jalur lintas darat yang menghubungkan Nepal dengan Tiongkok. Kawasan Gyirong di Tibet menjadi salah satu titik yang terdampak paling parah.

Sebanyak 384 pelancong dilaporkan berada di wilayah Shigatse yang berbatasan dengan Nepal ketika bencana terjadi.

Otoritas Tiongkok langsung mengerahkan tim penyelamat. Stasiun televisi pemerintah CCTV melaporkan sedikitnya 574 petugas diterjunkan ke kawasan perlintasan Gyirong.

Namun, proses evakuasi tidak mudah. Seorang petugas penyelamat mengatakan kepada CCTV bahwa tim membutuhkan waktu sedikitnya empat jam untuk mencapai lokasi karena akses jalan tertutup material longsoran setinggi sekitar 1,5 meter.

Material tersebut terbawa arus dari sisi Nepal menuju kawasan perlintasan.

Xi Jinping Minta Pencarian Maksimal

Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pemantauan dan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Di Nepal, Perdana Menteri Balendra Shah mengatakan polisi dan militer ikut dikerahkan dalam operasi penyelamatan.

Shah juga meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai meningkatkan kewaspadaan.

Bencana ini juga mengganggu sektor energi Nepal. Kementerian Energi Nepal menyebut sekitar 430 megawatt (MW) pasokan listrik terdampak. Sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Jika dibandingkan dengan total kapasitas PLTA Nepal yang mencapai sekitar 3,2 gigawatt (GW), kapasitas yang terdampak setara lebih dari 12 persen.

Artinya, dampak bencana tidak berhenti pada kawasan yang diterjang banjir. Infrastruktur energi dan aktivitas ekonomi juga ikut terancam.

India Siap Kirim Bantuan

India juga menyatakan siap membantu penanganan bencana. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan New Delhi siap memberikan bantuan kemanusiaan yang memungkinkan. Tim dari India dan Nepal juga disebut terus berkoordinasi dalam operasi penyelamatan dan penanganan bencana.

Sungai Bhote Koshi sendiri berhulu di Tibet sebelum mengalir ke Nepal dan bergabung dengan Sungai Trishuli. Aliran tersebut kemudian bergerak menuju India sebagai Sungai Gandak.

Wilayah ini sebenarnya bukan pertama kali menghadapi bencana serupa. Pada 2025, banjir di Sungai Bhote Koshi menewaskan sembilan orang, menyebabkan 24 orang hilang, dan bahkan menghanyutkan Friendship Bridge yang menjadi penghubung Nepal dan Tiongkok.

Kini, bencana kembali terjadi dengan skala yang jauh lebih mengkhawatirkan. Operasi pencarian masih berlangsung. Jumlah korban juga masih mungkin bertambah karena sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya dapat dijangkau tim penyelamat.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan