Jakarta: Intellectual property (IP) kini tak lagi sekadar soal hak cipta atau karya kreatif. Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif, IP mulai dipandang sebagai aset bisnis yang mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui lisensi, kolaborasi, hingga investasi.
Melihat potensi tersebut, Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi dibuka di Grand Ballroom Fairmont Jakarta, Rabu. Ajang business-to-business (B2B) ini mempertemukan kreator, pemilik IP, brand, manufaktur, investor, hingga pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem untuk mempercepat komersialisasi intellectual property Indonesia.
Pembukaan Jakarta IP Market 2026 dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman, serta pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, dan mitra industri dari dalam maupun luar negeri.
Chairman Jakarta IP Market, Mochtar Sarman menegaskan intellectual property merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak IP dengan potensi besar, namun masih membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kreativitas dengan peluang bisnis.
"Kami percaya intellectual property memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Melalui Jakarta IP Market, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan para kreator dengan brand, investor, manufaktur, dan berbagai mitra strategis agar lebih banyak IP Indonesia dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan," katanya dalam sambutanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan Jakarta terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai ruang kolaborasi yang membuka peluang bagi para pelaku industri untuk bertumbuh.
"Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia. Melalui Jakarta IP Market, kami berharap semakin banyak intellectual property lokal yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk, kolaborasi, dan bisnis yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun global," ucapnya.
Hari pertama Jakarta IP Market 2026 juga menghadirkan berbagai sesi konferensi yang mengangkat topik-topik relevan dalam industri IP, mulai dari bagaimana komunitas penggemar dapat berkembang menjadi aset licensing, transformasi media sosial sebagai mesin penemuan IP baru, hingga potensi bisnis di balik collectibles, merchandise, dan trading card game.
Sejumlah pembicara dari Indonesia maupun mancanegara turut berbagi pengalaman mengenai strategi membangun, mengembangkan, dan mengomersialisasikan intellectual property di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui penyelenggaraan Jakarta IP Market 2026, para pelaku industri tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri IP, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis melalui exhibition, business matching, dan berbagai forum diskusi yang berlangsung selama dua hari.
Jakarta: Intellectual property (IP) kini tak lagi sekadar soal hak cipta atau karya kreatif. Di tengah pesatnya pertumbuhan
ekonomi kreatif, IP mulai dipandang sebagai aset bisnis yang mampu menghasilkan nilai ekonomi melalui lisensi, kolaborasi, hingga investasi.
Melihat potensi tersebut, Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi dibuka di Grand Ballroom Fairmont Jakarta, Rabu. Ajang business-to-business (B2B) ini mempertemukan kreator, pemilik IP, brand, manufaktur, investor, hingga pelaku industri kreatif dalam satu ekosistem untuk mempercepat komersialisasi intellectual property Indonesia.
Pembukaan Jakarta IP Market 2026 dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman, serta pelaku industri kreatif, akademisi, komunitas, dan mitra industri dari dalam maupun luar negeri.
Chairman Jakarta IP Market, Mochtar Sarman menegaskan intellectual property merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki banyak IP dengan potensi besar, namun masih membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan kreativitas dengan peluang bisnis.
"Kami percaya intellectual property memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif Indonesia. Melalui Jakarta IP Market, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan para kreator dengan brand, investor, manufaktur, dan berbagai mitra strategis agar lebih banyak IP Indonesia dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan," katanya dalam sambutanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan Jakarta terus berkomitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai ruang kolaborasi yang membuka peluang bagi para pelaku industri untuk bertumbuh.
"Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi kreatif Indonesia. Melalui Jakarta IP Market, kami berharap semakin banyak intellectual property lokal yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk, kolaborasi, dan bisnis yang memiliki daya saing di tingkat regional maupun global," ucapnya.
Hari pertama Jakarta IP Market 2026 juga menghadirkan berbagai sesi konferensi yang mengangkat topik-topik relevan dalam industri IP, mulai dari bagaimana komunitas penggemar dapat berkembang menjadi aset licensing, transformasi media sosial sebagai mesin penemuan IP baru, hingga potensi bisnis di balik collectibles, merchandise, dan trading card game.
Sejumlah pembicara dari Indonesia maupun mancanegara turut berbagi pengalaman mengenai strategi membangun, mengembangkan, dan mengomersialisasikan intellectual property di pasar yang semakin kompetitif.
Melalui penyelenggaraan Jakarta IP Market 2026, para pelaku industri tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri IP, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis melalui exhibition, business matching, dan berbagai forum diskusi yang berlangsung selama dua hari.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(ANN)