medcom.id, Jakarta: Safari kampanye Partai Golkar berlanjut di Nusa Tenggara Barat hari ini, Rabu (2/4). Untuk memenangkan simpati masyarakat Bumi Gora, sebutan NTB, Aburizal Bakrie dan para juru kampanye akan kembali mengingatkan keberhasilan program Gogo Rancah, yang diklaim merupakan inisiatif Golkar di era Orde Baru.
Gogo Rancah adalah metode penanaman pandi yang dikembangkan di Lombok, NTB. Sistem penanaman padi ini ditemukan oleh almarhum Profesor Dr Sjamsudin Djakamihardja, seorang ahli pertanian Universitas Padjajaran. Sistem Gogo Rancah dikembangkan untuk menyiasati lahan yang minim air.
“Yang kami bicarakan mengembalikan NTB kepada masa swasembada. Saat Golkar berjaya sekitar tahun 80-an kami membawa program penanaman padi Gogo Rancah. Meski NTB masih daerah tandus, tetapi bisa swasembada,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Fuad Hasan Masyhur, kepada Metrotvnews.com, Rabu (2/4).
Selain isu swasembada pangan, Golkar juga akan mengusung tema kesejahteraan bagi petani, kemudian isu pemerataan kesempatan dalam mendapat pendidikan dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
Golkar menargetkan suara 35—40 persen di provinsi yang bertetangga dengan Bali ini. “Sesuai evaluasi kami, ya kami bisa mempertahankan sekitar 38 persen suara. Pemilu tahun lalu memang ada penurunan,” kata Fuad.
Kampanye terbuka Golkar di NTB akan digelar di Lapangan Umum Mataram mulai pukul 14.00. Selain Ketua Umum Aburizal Bakrie, kampanye ini juga akan dihadiri Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony, sejumlah calon legislatif seperti Lalu Mara Satria Wangsa, Erwin Aksa, dan Rizal Mallarangeng.
“Tetapi kami di sini tidak bawa artis-artis dangdut. Mungkin hanya ada artis daerah. Itu (Dangdutan) tidak kami andalkan. Kalau cuma hiburan sedikit-sedikit, bolehlah. Negeri ini terlalu besar, kalau hanya guma buat goyang-goyang,” selorohnya.
medcom.id, Jakarta: Safari kampanye Partai Golkar berlanjut di Nusa Tenggara Barat hari ini, Rabu (2/4). Untuk memenangkan simpati masyarakat Bumi Gora, sebutan NTB, Aburizal Bakrie dan para juru kampanye akan kembali mengingatkan keberhasilan program Gogo Rancah, yang diklaim merupakan inisiatif Golkar di era Orde Baru.
Gogo Rancah adalah metode penanaman pandi yang dikembangkan di Lombok, NTB. Sistem penanaman padi ini ditemukan oleh almarhum Profesor Dr Sjamsudin Djakamihardja, seorang ahli pertanian Universitas Padjajaran. Sistem Gogo Rancah dikembangkan untuk menyiasati lahan yang minim air.
“Yang kami bicarakan mengembalikan NTB kepada masa swasembada. Saat Golkar berjaya sekitar tahun 80-an kami membawa program penanaman padi Gogo Rancah. Meski NTB masih daerah tandus, tetapi bisa swasembada,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Fuad Hasan Masyhur, kepada
Metrotvnews.com, Rabu (2/4).
Selain isu swasembada pangan, Golkar juga akan mengusung tema kesejahteraan bagi petani, kemudian isu pemerataan kesempatan dalam mendapat pendidikan dan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
Golkar menargetkan suara 35—40 persen di provinsi yang bertetangga dengan Bali ini. “Sesuai evaluasi kami, ya kami bisa mempertahankan sekitar 38 persen suara. Pemilu tahun lalu memang ada penurunan,” kata Fuad.
Kampanye terbuka Golkar di NTB akan digelar di Lapangan Umum Mataram mulai pukul 14.00. Selain Ketua Umum Aburizal Bakrie, kampanye ini juga akan dihadiri Ketua DPD Golkar NTB Zaini Arony, sejumlah calon legislatif seperti Lalu Mara Satria Wangsa, Erwin Aksa, dan Rizal Mallarangeng.
“Tetapi kami di sini tidak bawa artis-artis dangdut. Mungkin hanya ada artis daerah. Itu (Dangdutan) tidak kami andalkan. Kalau cuma hiburan sedikit-sedikit, bolehlah. Negeri ini terlalu besar, kalau hanya guma buat goyang-goyang,” selorohnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)