medcom.id, Jakarta: Chief Executive officer (CEO) AirAsia Group Tony Fernandes melarang seluruh jajaran pegawai untuk berkomentar terkait insiden hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Larangan diberlakukan selama proses pencarian korban.
Hal itu mengemuka saat Metrotvnews.com, mencoba melakukan wawancara dengan salah satu kolega Kapten Irianto yang menjadi pilot pesawat nahas tersebut.
"Wah mas, saya enggak bisa kasih keterangan. Soalnya sudah ada Tony Fernandes. Semua keterangan soal QZ8501 dari dia semua," kata kolega Kapten Irianto yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu (28/12/2014).
Seperti yang diketahui, Pesawat AirAsia yang dipiloti Kapten Irianto dinyatakan hilang pukul 07.55 WIB oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta.
Sejatinya pesawat dijadwalkan tiba di Singapura Pukul 08.30 waktu setempat setelah tinggal landas dari Bandara Juanda Surabaya pukul 05.36 WIB. Namun hingga saat ini pesawat yang mengangkut 155 penumpang itu belum juga ditemukan.
medcom.id, Jakarta: Chief Executive officer (CEO) AirAsia Group Tony Fernandes melarang seluruh jajaran pegawai untuk berkomentar terkait insiden hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Larangan diberlakukan selama proses pencarian korban.
Hal itu mengemuka saat
Metrotvnews.com, mencoba melakukan wawancara dengan salah satu kolega Kapten Irianto yang menjadi pilot pesawat nahas tersebut.
"Wah mas, saya enggak bisa kasih keterangan. Soalnya sudah ada Tony Fernandes. Semua keterangan soal QZ8501 dari dia semua," kata kolega Kapten Irianto yang enggan disebutkan namanya saat dihubungi
Metrotvnews.com, Minggu (28/12/2014).
Seperti yang diketahui, Pesawat AirAsia yang dipiloti Kapten Irianto dinyatakan hilang pukul 07.55 WIB oleh ATC Bandara Soekarno-Hatta.
Sejatinya pesawat dijadwalkan tiba di Singapura Pukul 08.30 waktu setempat setelah tinggal landas dari Bandara Juanda Surabaya pukul 05.36 WIB. Namun hingga saat ini pesawat yang mengangkut 155 penumpang itu belum juga ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)