Penyerangan Mako Brimob tak Berkaitan Dengan HTI
ISIS penggal kepala tiga bersaudara di Afghanistan. (Foto: AFP).
Jakarta: Aksi penyerangan di Rutan Mako Brimob dipastikan tidak ada kaitannya dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sebab, paham HTI berbeda dengan kelompok-kelompok radikal yang berafiliasi ke ISIS.

"Enggak ada kaitannya, ini dua kelompok yang berbeda dan tidak ada kaitannya," kata Aktivis muda NU Savic Ali kepada Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 12 Mei 2018.

Savic Ali mengatakan jika pelaku penyerangan Mako Brimob kemarin tidak lain adalah anak buah dari Aman Abdurahman. Aman sendiri dikenal sebagai pentolan ISIS di Indonesia.


"Kelompok-kelompok jaringan yang pro ISIS dengan kelompok HTI itu berbeda, ini kelompok-kelompok kecil yang figurnya Aman Abdurahman yang sekarang ke ISIS," ujarnya.

Menurut peniliti Departemen Komunikasi dan Informasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama sangat berbahaya bagi Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara yang mayoritas warganya umat muslim.

Baca: Paham Radikalisme Belum Hilang

Sehingga, lanjut dia peluang besar warga untuk mudah terpengaruh dengan dalil-dali sesat cukup besar. Apalagi, jika kelompok radikalisme itu mencoba mencuci otak umat muslim yang pemahaman agamanya masih minim.

"Gabungan antara ketidaksiapan mental dengan ideologi tadi. Repotnya adalah memengaruhi orang untuk membahayakan hidup orang lain," pungkasnya.

Kerusuhan antara anggota Polri dengan terpidana terorisme terjadi di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Selasa, 8 Mei 2018. Dari insiden itu, sedikitnya lima anggota terbaik Polri gugur dan satu orang narapidana tewas.

Lima polisi yang gugur itu yakni Aipda Denny Setiadi, Iptu Yudi Rospuji Siswanto, Brigadir Polisi Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Polisi Syukron Fadhli dan Brigadir Satu Polisi Wahyu Catur Pamungkas. Sementara satu orang lainnya merupakan narapidana kasus terorisme di Pekanbaru, Abu Ibrahim alias Beny Syamsu.





(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id