Komunitas Tuli Indonesia menggelar perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional--Medcom.id/Sonya Michaella.
Komunitas Tuli Indonesia menggelar perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional--Medcom.id/Sonya Michaella.

Bahasa isyarat Dinilai Mampu Minimalisir Diskriminasi

Sonya Michaella • 22 September 2018 11:17
Jakarta: Komunitas Tuli Indonesia menggelar perayaan Hari Bahasa Isyarat Internasional. Dari perayaan ini diharapkan bahasa isyarat menjadi bahasa yang diakui dan digunakan para penyandang tuna wicara.
 
“Kami mengundang agar pemerintah Indonesia dan juga warga Indonesia yang tuna wicara untuk mendukung penggunaan bahasa isyarat di Indonesia,” kata Ketua Panitia Hari Bahasa Isyarat Internasional, Laura, di Jakarta, Sabtu, 22 September 2018.
 
Bahasa isyarat sendiri telah diresmikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 23 September 2017. Bahkan, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) Budi Bowoleksono juga mendukung keputusan tersebut, dengan upaya agar bahasa isyarat setara dengan bahasa lisan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami juga mau meningkatkan kesadaran para orangtua yang memiliki anak tuna wicara dan tuna rungu agar disosialisasikan penggunaan bahasa isyarat sejak dini,” lanjut dia.
 
Baca: Hanya 25% Penyandang Disabilitas yang Bekerja di Indonesia
 
Bahasa isyarat dinilai dapat meminimalisir diskriminasi dan pengabaian para penyandang tuna wicara dan tuna rungu. Bahasa isyarat kini dianggap sebagai bahasa yang dapat meningkatkan kemampuan penyandang tuna wicara dan tuna rungu. Sehingga mereka juga bisa berkomunikasi, walaupun secara visual dan gerak.
 
(YDH)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif